Oleh : Istikomah (Orang tua dari Anak ADHD)

ADHD (Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder) atau Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH) adalah gangguan perkembangan saraf yang dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam memusatkan perhatian, mengendalikan impuls, mengatur aktivitas, dan mengelola diri.

World Health Organization (WHO) menjelaskan ADHD sebagai gangguan perkembangan saraf yang ditandai pola menetap berupa kesulitan memusatkan perhatian dan/atau hiperaktif-impulsif yang dapat memengaruhi fungsi akademik, sosial, atau kehidupan sehari-hari.

Menjadi orang tua dari anak dengan ADHD bukanlah perjalanan yang selalu mudah. Ada hari ketika anak sulit berkonsentrasi, tidak bisa diam, mudah terdistraksi, atau emosinya meledak. Di saat yang sama, orang tua harus menghadapi tatapan dan komentar orang lain yang terkadang menyakitkan. “Anaknya nakal sekali.”

Kalimat sederhana itu mungkin terdengar biasa bagi sebagian orang, tetapi bagi orang tua yang setiap hari mendampingi anaknya, kalimat tersebut bisa terasa berat. Sebab, mereka tahu bahwa anaknya bukan sengaja berbuat nakal. Ada kondisi yang membuat anak membutuhkan pendampingan dan cara pendekatan yang berbeda.

Orang tua pun belajar banyak hal. Belajar lebih sabar, memberikan instruksi sederhana, membangun rutinitas, memberikan apresiasi atas keberhasilan kecil, serta memahami hal-hal yang dapat memicu emosi anak. Mereka juga belajar bahwa setiap perkembangan, sekecil apa pun, layak dihargai.

Perjuangan itu tidak selalu terlihat. Ada lelah yang disimpan, ada tangis yang tidak diceritakan, dan ada rasa khawatir tentang masa depan anak. Namun, setelah semua itu, orang tua tetap memilih untuk bangkit dan mencoba lagi.