Eja, satu per satu derita kami!
Engkau terlanjur duduk manis di kursi.
Enyahkan sedetik saja ratapan ini,
Erangan dan jerit luka tak henti-henti.
Empati itu dari hati, bukan sekadar citra diri,
Etika itu tertanam, bukan tempelan imitasi.

Fiksi dipolesi kenyataan,
Fakta mati-matian disembunyikan.
Fondasi rapuh dihias keangkuhan,
Fokus menimbun koleksi kejahatan.
Fatal kau anggap kesilapan,
Fantastis tapi tak tahu hitungan.

Gerakkan sekelumit akalmu!
Gugah sedikit pedulimu!
Gaungkan puing kewarasanmu!
Genapi umbaran janji-janjimu!
Gelar noda dan dosamu,
Gunakan: VOUCHER TAUBATMU!

Toboali, 18 September 2026
Sang Peramu Aksara (Agus Bachtiar K)