Oleh: Hening Cahaya
(untuk dr. Rosalin)

Ros, seperti aku memanggilmu.
Ini terakhir perjalanan sunyi kita.
Setelah tujuh belas tahun saling diam.
Saat ketemu menumpah rindu, pada waktu waktu tertentu.
Kita pun akhirnya menyerah tanpa arah.
Setelah lelah saling salah.
Dan aku kesalahan itu.

Tidak ada lagi chat WA maupun komunikasi berarti.
Tidak ada gang-gang sempit dilalui.
Tidak ada lagi kedai persinggahan makan dihampiri.
Apalagi sapa dan janjian keliling kota.
Semua berakhir pada titik nol, tentang kita.
Pada perjalanan akhir sunyi kita.

Baca Juga  Akhirnya Kita Berdiam Diri