Perjalanan Sunyi
Ros, seperti kebiasaan menyapamu.
Sekarang tinggal tersisa catatan, tergantung pada kalender, minder diruang mimpi mimpi kita.
Gelap, naik turun melangkah.
Menebar benih yang kita punya.
Terengah engah, dalam nafas panjang membentang kenangan.
Keringat deras mengalir pada, kisah yang kita tulis.
Pada ruang ruang hati, penuh aksara-aksara kegelisahan.
Maaf Ros, akhirnya kita tidak saling kenal.
Meski berat bibir terucap dan mata berkaca kaca.
Namun kebaikan kepedulian yang kau lempar ke saku kantongku.
Tetap terjaga, sampai menutup mata.
Bandung 19 Sep 2025, dini hari.
Halaman
1 2
