Oleh: Sang Peramu Aksara

​Negeriku, nasibmu merana pilu
Tak jelas induk dan ibu kotamu
Dapurmu semrawut penuh curut
Bertabur pakar tapi pengecut

​Negeri kaya yang jenaka
Isi diobral sisakan cangkangnya
Kejayaan tergadai menunggu nadir
Orang pandai berubah pandir

​Brak… Brak! Brak! Brak!
Pintu besi didobrak
Suara teriak seru menderu
Ada apa ini? Tanyaku ragu.

​Keributan viral jadi tontonan
Kebobrokan nyata seperti hiburan
Mulut terdiam disumpal harta!
Yang punya uang, jadi tuhannya!