Kisah Marhan Ebit Saputra: Alumnus UBB, Penerima Bidikmisi hingga Beasiswa Doktoral di Jepang
Kisah Marhan Ebit Saputra: Alumnus UBB, Penerima Bidikmisi hingga Beasiswa Doktoral di Jepang
BANGKA, TIMELINES.ID — Alumni Program Studi Fisika, Universitas Bangka Belitung (UBB), Marhan Ebit Saputra, berhasil meraih kesempatan melanjutkan studi doktoral (PhD) di Graduate School of Life Science and Systems Engineering, Kyushu Institute of Technology, Jepang, melalui beasiswa Japanese Government Scholarship (MEXT).
Perjalanan akademiknya menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan alumni UBB untuk terus mengembangkan potensi, berani mencoba, dan tidak menyerah dalam meraih kesempatan melanjutkan pendidikan ke tingkat internasional.
Marhan merupakan alumnus Program Studi Fisika Universitas Bangka Belitung (UBB), membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk mengukir prestasi global.
Menjadi mahasiswa angkatan tahun 2017 lewat jalur beasiswa Bidikmisi, Marhan berhasil menyelesaikan studi Sarjananya tepat waktu pada tahun 2021 dengan predikat kelulusan Dengan Pujian (Cumlaude) dan IPK tinggi 3,68.
Sebelum melanjutkan studi doktoral, ia menempuh pendidikan Magister Fisika di Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan fokus penelitian pada nanomaterial magnetik untuk aplikasi magnetic hyperthermia.
Saat ini, Marhan tengah mempersiapkan studi doktoralnya di Jepang yang direncanakan berlangsung selama tiga tahun, mulai Oktober 2026 hingga 2029. Melalui studi tersebut, ia ingin memperdalam kompetensi penelitian sekaligus mengembangkan material fungsional yang berpotensi dimanfaatkan dalam bidang biomedis.
Berawal dari Ketertarikan pada Penelitian Fisika
Ketertarikan Marhan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi tumbuh dari pengalaman selama menempuh pendidikan Fisika, terutama ketika mulai terlibat dalam kegiatan penelitian.
Baginya, Fisika bukan sekadar mempelajari teori dan perhitungan, melainkan juga ilmu dasar yang dapat digunakan untuk menjawab berbagai persoalan di bidang kesehatan, energi, material, dan teknologi.
Ketika melanjutkan studi magister di UGM, ketertarikannya semakin berkembang pada bidang nanomaterial. Pengalaman meneliti nanopartikel magnetik membuka peluang baginya untuk mengembangkan penelitian lebih lanjut, khususnya terkait pemanfaatan material magnetik untuk aplikasi biomedis.
“Fisika mengajarkan saya bukan hanya mengenai teori dan perhitungan, tetapi juga bagaimana berpikir secara sistematis, menganalisis suatu permasalahan, dan mencari solusi berdasarkan data dan bukti,” ungkap Marhan.
Menurutnya, dasar-dasar Fisika tetap relevan ketika seseorang mengembangkan keilmuan di bidang lain, termasuk ilmu material dan biomedis. Pemahaman mengenai sifat material, karakterisasi, serta berbagai fenomena fisik menjadi bekal penting dalam menjalankan penelitian yang lebih kompleks.
Kegagalan Menjadi Bagian dari Perjalanan Meraih Beasiswa
Keberhasilan Marhan memperoleh beasiswa MEXT bukanlah hasil dari satu kali percobaan. Sebelum mendapatkan kesempatan studi di Jepang, ia telah mengikuti sejumlah proses seleksi beasiswa dan universitas, termasuk NAIST, MEXT, serta beberapa universitas di Taiwan. Tidak semua upaya tersebut membuahkan hasil.
Namun, pengalaman itu justru menjadi ruang evaluasi untuk memperbaiki berbagai aspek persiapan, mulai dari penyusunan research proposal, peningkatan kemampuan bahasa Inggris, komunikasi dengan calon supervisor, hingga penyampaian tujuan studi secara lebih terarah.
“Keberhasilan ini bukan hasil dari satu proses seleksi, tetapi akumulasi dari berbagai percobaan, evaluasi, dan proses belajar,” ujarnya.
Dalam mempersiapkan aplikasi beasiswa, Marhan melakukan sejumlah tahapan secara bertahap. Ia memulai dengan menentukan bidang penelitian yang ingin ditekuni, mencari universitas dan calon supervisor yang sesuai, serta menyusun proposal penelitian. Ia juga mempersiapkan dokumen akademik dan administratif, motivation letter, recommendation letter, serta kemampuan bahasa Inggris.
Salah satu hal yang menjadi perhatiannya adalah memastikan kesesuaian antara rencana penelitian yang diajukan dengan bidang keahlian calon supervisor dan fokus penelitian laboratorium yang dituju.

