Saudara dari Sudan yang tinggi besar dengan misai hitam keriting rapi, gamis, dan sorban cokelat sepadan membuka pembicaraan, bertanya asal. Hamba jawab Indonesia, tetapi dia tidak tahu. Dia menyebut Borneo, dijawab jemaah lain dari Jawa, dan hamba jawab dari Sumatra.

Dia membantahkan semuanya, dia berkata bahwa hamba dari Andalas. Di Sudan dikenal sebagai Pulau Andalas dan pulau-pulau lainnya. Mereka masih menggunakan sejarah lama, belum kenal dekat dengan Indonesia. Jemaah dari Jakarta mencoba menerangkan bahwa semua pulau sekarang bergabung menjadi negara Indonesia.

Setelah berkenalan, saudara Sudan berdoa dan jemaah lain mengaminkan, kemudian bergiliran berdoa dan saling mengaminkan. Semua spontan sambil menunggu antrean, berdoa untuk keselamatan dan kebaikan semua dunia dan akhirat. Sungguh indah.

Berselang waktu, akhirnya hamba dapat salat sunah di Raudah untuk keempat kalinya. Di antara mihrab Nabi dan mihrab imam, hamba tersungkur sujud panjang, bersyukur memohon kepada Tuhan Sekalian Alam. Ya, pesan guru perpanjang sujud untuk berdoa saat salat sunah di Raudah, sebab waktu sempit jika berdoa selesai salat, karena akan segera dihentikan askar dan diminta keluar Raudah sebab jemaah lain menunggu antrean.

Malam ini hikmah baru terpetik, ternyata di belahan dunia lain masih banyak insan yang belum tahu Indonesia. Dengan berhaji, sebuah rahasia terbuka bahwa ternyata sahih manusia diciptakan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku untuk saling mengenal dan mengenang sepasang nenek moyangnya yang sama.

Ada yang menarik saat hamba mengaji hari ini, kalimat haji fisabilillah muncul dalam bacaan hamba, seperti kata askar menunaikan haji adalah jihad fisabilillah (berperang di jalan Allah SWT).

Hamba keluar bersuka ria, menyapa Rasulullah dan sahabat kesayangan Beliau SAW, karena niat telah ditunaikan, dapat menikmati keberkahan Masjid dan Kota Nabi.

Dalam malam bulan terang bulan Zulhijah, tidak lupa hamba menyapa petugas kebersihan untuk bersedekah. Ya, pesan guru perbanyak sedekah walau hanya satu riyal. Bulan terang di langit Madinah, hamba bergabung dengan cinta dan kembali ke penginapan.