Dua Bulan Bahagia
Oleh: Dedy Irawan – Wartawan Timelines.id
September dan Oktober 2026 menjadi momen bersejarah bagi kami keluarga besar Timelines.id (TL). Di usia yang baru menginjak tahun ke-5 ini, dua penghargaan berhasil kami raih di dua bulan berturut-turut.
Pada September lalu Rabu (9/9/2026), Timelines.id meraih penghargaan Top 3 media online dengan jangkauan terluas (Widest Reach Media) versi MIND ID PT Timah. Timelines.id terseleksi dari 80 media online yang menjadi mitra PT Timah.
Dan kemarin tepatnya, Kamis (15/10/2026) kolom Pekan Sastra Timelines.id menerima penghargaan sebagai Media Partner Literasi Terbaik Bangka Selatan Tahun 2026. Kami bersyukur sekaligus berbangga atas capaian ini.
Widest Reach Media
Sejak aktif TL pada awal 2023, penulis yang ditunjuk sebagai pemimpin redaksi. Penulis ditarget jumlah viewer 5.000 dan page view (trafic volume) minimal sepuluh ribu per hari. Dulu redaksi masih kuat, editor ada tiga orang. Wartawan ada 7-8 orang plus kontributor. Ditambah divisi IT dan Administrasi. Per hari artikel yang diposting mencapai empat puluh berita.
Kami pun bermitra dengan influencer di medsos. Pengikut influencernya mencapai 400.000 ribuan. Dua tahun lalu, target lima ribu viewer per hari bukan persoalan berat bagi kami. Bahkan dalam satu hari bisa menembus lima belas ribu pengunjung. Pernah ada satu tulisan guru viral. Tulisan berbentuk opini tersebut berjudul “Pendidikan Guru Penggerak, Tak Bermanfaat?”. Tiga hari nongkrong di beranda google dengan pembaca hampir lima puluh ribu viewer.
Namun industri media saat ini sedang tidak baik-baik saja. Satu per satu redaktur dan wartawan resign. Yang bertahan kini hanya enam orang saja: satu editor, empat wartawan, dua kontributor tidak tetap, satu tenaga IT dan satu orang influencer.
Jumlah artikel pun tak seperti dua tahun lalu. Kini hanya dua puluh hingga dua puluh lima berita per hari. Angka pengunjung pun menurun. Jika dulu tembus 5.000 viewer per hari, kini hanya di angka dua hingga tiga ribuan per hari. Kadang di bawah dan ada juga di atas. Tergantung berita yang disajikan, menarik pembaca atau tidak.
Sebagai pimpinan redaksi, saya tak mau “bermain” dengan angka viewer. Mau tinggi ya bagus. Mau rendah ya memang itu adanya. Tugas saya adalah menjaga agar viewer tidak drop total.
Sejatinya, jumlah viewer (traffic volume) menjadi salah satu instrumen pendongkrak nilai adsense google yang kita terima. Jika ada yang mengklaim jumlah viewer dan page view tinggi, namun faktanya tidak pernah menerima adsense google, itu artinya jumlah page view perlu dipertanyakan. Atau jangan-jangan fake page view.

