Menjejak Kota Nabi: Kelana Suci Memeluk Rindu di Masjid Nabawi (VII)
Lama hamba terjepit, namun dilindungi oleh jemaah Arab Badui tersebut—seorang kakek dengan sorban panjang melilit leher yang selalu menyerahkan sorban dari jemaah lain untuk digosokkan ke tiang.
Menjelang Maghrib, Raudhah ditutup dan azan berkumandang oleh muazin yang hamba temui di Bab Jibril. Selesai azan, muazin turun ke lantai Raudhah dan hamba sempat bersalaman dengan beliau. Hamba shalat Maghrib di Raudhah (dari mulai Ashar hamba sudah mengabarkan ke cinta yang masih di dalam masjid).
Selesai Maghrib, hamba melanjutkan tilawah dengan membaca Surah Ar-Rahman. Ternyata, kakek Arab tersebut menyimak dan membetulkan bacaan hamba. Sungguh anugerah yang berlipat-lipat bisa diperbaiki bacaannya oleh orang Arab Badui.
Hamba teringat cerita bahwa guru Rasulullah SAW paling fasih berbahasa Arab dan bacaannya karena beliau pernah tinggal bersama ibunda Sayyidatu kita, Halimah As-Sa’diyyah RA, sejak menyusui hingga umur lima tahun di perkampungan Arab Badui yang masih murni kehidupan dan bahasanya.
Hamba dan kakek masih berada di samping tiang sampai waktu Isya. Shalat Isya dilakukan di Raudhah dan dilanjutkan shalat rawatib. Hamba lalu pamit keluar Raudhah dengan pengalaman baru dan pertanyaan baru: Tiang apakah yang ada di samping hamba di dalam Raudhah itu, sampai ada yang memohon untuk menggosokkan sorbannya ke tiang tersebut?
Hamba belum mendapat jawaban karena keterbatasan komunikasi dengan sang kakek, tetapi nanti akan hamba cari penyebabnya. Seperti sebelumnya, saat keluar Raudhah hamba sempat menyapa (bershalawat/bersalam kepada) Rasulullah SAW dan dua khalifah mulia.
Hamba keluar masjid selepas Isya, tidak menunggu lagi dan langsung bergegas ke penginapan. Hamba ingin menceritakan kepada cinta pengalaman hamba dari Zuhur siang tadi sampai Isya. Semua pengalaman unik yang sangat membekas di hati hamba.
Malam makin larut, perut hanya diisi air zamzam saja. Namun alhamdulillah, tidak merasakan lapar yang menyiksa. Lelah dan kantuk pun hilang, yang terasa hanya kebahagiaan semata.

