Oleh: Sang Peramu Aksara

Asap terhisap paru-paru,
pekat tak nampak arah penjuru.
Berbulan-bulan menghirup racun,
sesak napas, imun pun turun.

Ke mana saja kau, Tuan?
Jika tak berdaya, panggil bantuan!
Tak usah malu ataupun gengsi,
para makhluk berangsur mati.

Apa yang kau kerjakan di sana?
Jutaan manusia diam meronta.
Anak-anak kami butuh bernapas,
senyum ceria, dan tidur pulas.

Mengurus asap saja tak mampu,
seolah hebat tapi kau ragu.
Sungguh zalim pemegang kuasa,
berdansa ria,
memanen dosa.

Tunaikan lekas tugasmu ini!
Redam kisruh berebut posisi!
Jutaan rakyat terkurung kabut,
bayi dan anak menyambut maut.

Kau tahu kan siapa pelaku?
Atau memang mereka antek-antekmu?
Mustahil jika engkau tak paham,
sementara berjuta lahan aman kau genggam.