Rakyat Berkalang Kabut
Tolong, Tuan, anakku sekarat
di rumah kayu rapuh melarat.
Sudahi semua selebrasi,
setiap waktu menunggu bukti!
Jika sampai kita mati konyol,
itu pertanda aksimu nol.
Kami bosan, sedih, dan murka,
panas berdiri di teras neraka!
Tolong, Tuan besar,
tak ada maksud mengumbar kasar.
Tapi ini sudah keterlaluan…
Kau jadikan asap ini hiburan?
Ayolah, lekas bergegas tangkas!
Kami sesak, payah bernapas.
Lindungi tumbuhan di hutan kami,
berhenti taburi bara dan api!
Jangan menunggu
mati sendiri,
gelap ini sungguhlah keji.
Jika asap tetap membumbung,
itu pertanda langkahmu bingung.
Toboali, 16 Oktober 2026
Sang Peramu Aksara (Agus Bachtiar K.)
Halaman
1 2

