Dapur Kebijakan Sekolah: Langkah Sistematis Menyusun Kokurikuler Pembiasaan Ibadah
SMP Negeri 4 Payung menjalankan program kokurikuler salah satunya dalam bentuk Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH) yang dikemas dengan tema “Investasi Akhirat”. Program ini di antaranya kegiatan pembiasaan salat Duha dan salat Zuhur berjemaah, kegiatan infak Jumat, serta membaca kitab suci. Program pembiasaan ini bukanlah sekadar pemenuhan kurikulum atau formalitas pengisian nilai, melainkan bagian dari kurikulum sekolah yang dampaknya melampaui batas usia sekolah.
Ketika seorang remaja dibiasakan untuk mendirikan salat tepat waktu, membaca kitab suci secara rutin, membudayakan doa bersama sebelum belajar, serta berinfak, hal tersebut merupakan kebiasaan dalam membangun fondasi iman yang akan terus melekat hingga mereka dewasa. Kebiasaan yang ditanamkan secara konsisten di usia ini akan mengakar kuat dan menjadi kompas moral utama saat mereka mulai melangkah mandiri di masyarakat.
Apakah cukup dengan membiasakan murid dalam kegiatan ini? Tentu proses penting berikutnya adalah refleksi. Sebuah kebijakan pendidikan yang baik tidak berhenti ketika program berjalan, melainkan terus bertumbuh melalui proses evaluasi dan refleksi yang ajek. Dalam menjalankan program ini, proses refleksi menjadi ruh yang menentukan efektivitas program. Refleksi bukan sekadar rutinitas administratif untuk lembar penilaian, melainkan sebuah ruang jujur untuk membaca perkembangan spiritual dan perubahan nyata pada diri murid.

