Disleksia, Pelopor Buku dari Kaum Pelajar Bangka Selatan
Oleh: Iyek Aghnia — Penulis yang Tinggal di Bangka Selatan
Bangka Selatan boleh berbangga. Dunia literasi menggeliat. Dan kebermajuannya tidak dapat dipisahkan dari satuan pendidikan. Dari dunia pendidikan lahir para penulis dari kalangan pelajar.
Tahun 2016 adalah kebangkitan lahirnya buku dari kaum pelajar Negeri Junjung Behaoh.
Musda Quratul Aini menjadi pelopornya. Saat itu Musda masih duduk di kelas 2 SMPN 2 Tukak Sadai yang dinakhodai Asril.
Tak tanggung-tanggung, buku Disleksia dikurasi Gola Gong dan kawan-kawan dari Gong Publishing.
Penulis buku Balada Si Roy yang kini mengemban amanah sebagai Duta Baca Indonesia ikut membedah karya siswi SMPN 2 Tukak Sadai.
Usai Musda, lahir Khoiriah Apriza yang merupakan pelajar SMAN 1 Airgegas. Khoi, panggilan akrabnya meluncurkan buku kumpulan cerpen yang berjudul Ayah, Aku Rindu yang diluncurkan bertepatan dengan Hari Jadi Kabupaten Bangka Selatan yang ke-20 tahun 2023.
Lalu diteruskan pelajar SMAN 1 Simpang Rimba Putri Rahmawati yang meluncurkan buku Seuntas Goresan Pena saat Hari Jadi SMAN 1 Simpang Rimba ke-17 tahun 2024.
Putri Rahmawati yang kini berstatus sebagai mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung dikenal sebagai penulis muda yang produktif. Tiap tahun selalu ada buku yang dilahirkannya.
Tahun 2025, dua pelajar SMPN 2 Toboali Aridha dan Rafel meluncurkan buku “Berek Bangka Selatan Bekisah” yang diterbitkan Galuh Patria Jogjakarta.
Buku ini menjadi menarik dan istimewa karena menggunakan bahasa lokal, bahasa Ibu, bahasa daerah sebagai narasi cerita.

