Menjadi Seorang “Pemuda”
Mumpuni
Dari beberapa sumber ciri-ciri seseorang disebut mumpuni adalah memiliki Penguasaan Kompetensi dan Keahlian, seperti memiliki pengetahuan teoretis dan keterampilan praktis yang mendalam, bukan sekadar tahu permukaan, lalu mampu menghasilkan kualitas kerja yang tinggi secara terus-menerus tanpa pengawasan ketat, dan mampu mencari jalan keluar ketika menemui masalah baru atau situasi di luar rencana.
Selanjutnya ciri-ciri seseorang yang mumpuni memiliki kematangan sikap dan emosi, yaitu tidak reaktif, panik, atau menyalahkan orang lain saat terjadi konflik atau krisis. Kemudian berani mengakui kesalahan pribadi dan siap menanggung konsekuensi dari keputusan yang diambil, dan mampu menerima masukan secara objektif untuk memperbaiki diri, bukan menerimanya sebagai serangan personal.
Ciri-ciri berikutnya adalah lebih banyak mendengar, cenderung menyimak dan memahami sudut pandang orang lain sebelum berbicara atau mengambil keputusan. Kemudian mampu menempatkan diri di posisi orang lain dan tidak mudah menghakimi.
Dan memancarkan energi yang membuat rekan kerja atau orang di sekitar merasa aman dan dihormati. Seseorang yang mumpuni selanjutnya dapat dikenali karena lebih menghargai kualitas proses, integritas, dan hasil nyata daripada sekadar pengakuan atau pencitraan. Dan menyadari bahwa ilmu terus berkembang, sehingga tidak pernah berhenti memperbarui pengetahuan.
Damai
Dalam pengertian singkat kata damai dimaknai bersifat tenang, tenteram, dan tidak bermasalah, dan berada dalam kondisi rukun dan tidak ada permusuhan atau kebencian. Seseorang harus memiliki sifat damai karena itu suatu keniscayaan. Urgensi seseorang memiliki sifat damai terletak pada perannya dalam menjaga keseimbangan psikologis diri sendiri serta menciptakan keharmonisan sosial di tengah masyarakat yang majemuk. Urgensi sifat damai bisa untuk diri sendiri.
Indikatornya adalah memiliki hati yang damai membuat seseorang mampu mengenali emosi (seperti marah, kecewa, atau sedih) sebagai sinyal untuk merespons secara proporsional, bukan dengan ledakan atau pengingkaran. Hal ini melindungi tubuh dari mode siaga kronis.
Lalu memiliki kedamaian lahir dari keikhlasan menerima kenyataan dan hal-hal yang tidak dapat dikendalikan, sehingga energi tidak habis terbuang untuk kekhawatiran yang sia-sia. Dan tangguh dalam menghadapi masalah, karena orang yang damai tidak berarti hidupnya tanpa masalah, tetapi ia memiliki ruang batin yang tenang untuk tidak bereaksi secara impulsif.
Dan urgensi sifat damai itu bisa untuk lingkungan dan sosial, indikatornya adalah mampu meredam konflik dan polarisasi di tengah masyarakat yang majemuk dan rawan polarisasi, sifat damai yang berakar pada tenggang rasa dan toleransi menjadi jembatan untuk menghargai perbedaan. Lalu mampu mencegah kekerasan dan perundungan, karena penanaman karakter cinta damai terbukti penting sejak usia dini untuk menumbuhkan empati, kesadaran sosial, serta mencegah perilaku merugikan seperti bullying.
Selanjutnya mampu menciptakan komunikasi yang efektif, karena sikap tenang dan damai memancarkan energi positif yang membuat orang lain merasa didengar dan dihargai, sehingga memperkecil risiko kesalahpahaman. Dan mampu memilih ketenangan daripada kemenangan, sebab seringkali konflik berlarut-larut terjadi karena seseorang ingin selalu merasa benar; sifat damai melatih seseorang untuk rela mengalah demi menjaga relasi dan keharmonisan bersama.
Dengan menguasai sifat-sifat terpuji yang tergabung dalam kata “Pemuda” tersebut diharapkan pemuda-pemuda masa kini benar-benar menjadi seorang pemuda yang bisa diandalkan di garda terdepan dalam membela dan memajukan bangsa dan negara. Selamat Hari Sumpah Pemuda.

