Sunyi di Antara Gelak Tawa
Malam berganti, dan aku kembali ke jalanan yang dingin
Menyusuri garis-garis aspal bersama linangan air mata
Hanya doa-doa patah yang sanggup kubisikkan
Di tengah rasa sakit yang merayap hingga ke tulang
Katanya aku beruntung? Katanya aku harus bahagia?
Di mana? Rasa sakit ini begitu nyata, mana ada bahagia di sana?
Kini aku tahu, dalam kerumunan pun aku tetap sendiri
Tak ada tangan yang terulur, tak ada mata yang sungguh melihat
Hidup ini terbelit rumit, menuntunku pada lorong tanpa pintu keluar
Aku hanya manusia yang lelah
Yang menangis di balik bayang-bayang dunia yang tak pernah peduli
Sungailiat, 18 Oktober 2026
Halaman
1 2

