Sunyi di Antara Gelak Tawa
Oleh: Muhammad Faiq Elfaruq
Di bawah langit yang terlalu lapang
Aku berdiri, mengepal jemari yang dingin
Mempertanyakan napas yang terus datang
Pada takdir yang tertulis tanpa kupinta, tanpa kuinginkan
“Untuk apa aku di sini?”
Tanya itu bergema, pecah di dada yang kian sesak
Kalian melihatku tersenyum, kalian mendengar tawa
Namun tak satu pun tahu, itu hanyalah topeng yang terbuat dari abu
Sebuah panggung kecil yang kubangun sendiri
Hanya untuk meredam gemuruh marah, kecewa, dan perih yang terpendam
Kalian bilang itu hambar?
Padahal di balik tawa itu, ada jiwa yang sedang berdarah-darah
Halaman

