Menjaga Banteng Hijau Pesisir Kota Kapur: Saat Puluhan Jurnalis Babel Bedah Restorasi Mangrove
Menjaga Banteng Hijau Pesisir Kota Kapur: Saat Puluhan Jurnalis Babel Bedah Restorasi Mangrove
BANGKA, TIMELINES.ID — Puluhan jurnalis Bangka Belitung melakukan kunjungan lapangan ke Desa Kota Kapur, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka, Kamis (5/11/2026).
Kegiatan tersebut merupakan rangkaian lanjutan Pelatihan Jurnalisme Lingkungan untuk Jurnalis Lokal di Bangka yang berlangsung pada 4–5 November 2026, di Hotel Santika, Bangka Tengah.
Pada hari kedua ini para jurnalis terjun ke lapangan untuk melihat secara langsung kondisi ekosistem mangrove, aktivitas masyarakat, serta upaya pelestarian lingkungan di Desa Kota Kapur. Para peserta mendapat penjelasan mengenai kondisi mangrove dan berbagai tantangan yang dihadapi dalam upaya pemulihan ekosistem.
Perwakilan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) A. Yoseph mengatakan, pelestarian mangrove menghadapi berbagai tantangan, termasuk perubahan penggunaan lahan yang memengaruhi kondisi dan fungsi ekosistem pesisir.
“Kegiatan restorasi tidak semata-mata dilakukan dengan menanam mangrove baru, tetapi juga berupaya memperbaiki ekosistem yang telah mengalami kerusakan,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu pemerhati hutan mangrove Nicky Astrida, yang juga sebagai konservasi lapangan dari YKAN menjelaskan, restorasi mangrove harus melihat kondisi ekosistem serta status lahan yang ada.
“Restorasi itu kita tidak full menanam. Jadi kita memperbaiki ekosistem yang memang sudah rusak,” katanya.
Ia menjelaskan, sebagian wilayah ekosistem mangrove berada pada area dengan status Areal Penggunaan Lain (APL), sehingga upaya restorasi perlu dilakukan melalui pendekatan kolaboratif bersama pemilik dan pengelola lahan.
Sedangkan di sisi lain, terdapat kawasan yang mengalami perubahan penggunaan lahan dari waktu ke waktu. Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan dalam menjaga keberlanjutan ekosistem mangrove dan memerlukan perhatian berbagai pihak.
Nikki menyebut, pengelolaan lahan juga berkaitan dengan sejarah pemanfaatan kawasan oleh masyarakat yang telah berlangsung secara turun-temurun.

