Telkom University Dampingi Guru TK Puri Cendekia Mengubah Cerita Anak Jadi Lebih Hidup
Telkom University Dampingi Guru TK Puri Cendekia Mengubah Cerita Anak Jadi Lebih Hidup
Penulis: Sulthonika Mahfudz Al Mujahidin
SURABAYA, TIMELINES.ID – Pelatihan Scratch mempertemukan guru TK Puri Cendekia dengan cara baru dalam menyiapkan media belajar anak. Cerita yang biasanya disampaikan melalui gambar, lagu, dan permainan mulai disusun menjadi animasi sederhana melalui blok perintah yang dapat bergerak, bersuara, dan mengikuti alur pembelajaran.
Kegiatan tersebut berlangsung dalam program pengabdian masyarakat bertajuk “Peningkatan Keterampilan dalam Pembuatan Modul Pembelajaran dengan Pemanfaatan Teknologi Scratch untuk Guru TK Puri Cendekia”. Pelatihan digelar pada 29-30 Juni 2026 di Laboratorium Software Engineering, Gedung SBS Lantai 4, Telkom University Kampus Surabaya.
Program ini dipimpin oleh Ibu Farah Zakiyah Rahmanti, S.ST., M.T. melalui skema Teknologi Tepat Guna. Tim dosen yang terlibat terdiri dari Mustafa Kamal, S.Kom., M.Kom., Moch. Iskandar Riansyah, S.ST., M.T., dan Khodijah Amiroh, S.ST., M.T. Kegiatan tersebut juga melibatkan lima mahasiswa, yakni Adistya Rahayu, Sulthonika Mahfudz Al Mujahidin, I Made Wisnu Adi Sanjaya, Nur Alifia Rustan, dan Cisa Valentino Cahya Ramadhani.
Selama pelatihan, para guru dikenalkan pada penggunaan Scratch sebagai media pembelajaran visual. Peserta belajar memilih karakter, menentukan latar, memasukkan suara, menyusun blok perintah, dan mengatur alur cerita agar animasi berjalan sesuai rancangan. Materi diberikan secara bertahap agar peserta dapat mengikuti praktik dari dasar.
Farah menjelaskan bahwa pelatihan Scratch disesuaikan dengan kebutuhan guru TK. Materi tidak diarahkan pada pemrograman yang rumit. Guru lebih dulu diajak menyusun tema, tokoh, latar, dan alur cerita sebelum masuk ke penggunaan blok perintah di Scratch.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa yang ikut mendampingi peserta selama pelatihan. Para mahasiswa membantu guru saat mencari blok perintah, mengatur gerakan karakter, memasukkan suara, dan memperbaiki alur animasi. Pendampingan itu membuat proses belajar berjalan lebih mudah diikuti oleh peserta.
Yunita Hentika, S.S., Kepala Sekolah Puri Cendekia Islamic Entrepreneur School, menyampaikan terima kasih kepada mahasiswa dan dosen yang telah mendampingi para guru. Menurutnya, sebagian guru memulai pelatihan dari tahap paling dasar karena belum pernah menggunakan Scratch untuk membuat animasi pembelajaran.
Yunita menilai kesabaran pendamping menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Guru diberi kesempatan untuk bertanya, mencoba, memperbaiki, dan mengulang langkah yang belum tepat. Dengan pola pendampingan itu, peserta dapat memahami bahwa animasi sederhana di Scratch tersusun dari beberapa perintah yang perlu diurutkan dengan benar.

