Oleh: Nurul Aryani — Aktivis Dakwah Islam

Zionis Israel telah melanggar gencatan senjata setidaknya 3.464 kali sejak deklarasi gencatan senjata di Jalur Gaza pada 10 Oktober 2025 lalu hingga 29 Juni 2026. Zionis terus menampakkan kebiadaban mereka dan betapa mereka terus melanggar perjanjian dengan mengirim serangan udara ke wilayah Gaza, artileri, penembakan langsung kepada warga sipil hingga menahan 113 warga Palestina dan menghancurkan harta benda warga Palestina. Zionis juga dengan keji memblokir bantuan kemanusiaan dan menghancurkan infrastruktur penting di Gaza. Membuat warga Gaza harus bertahan dikondisi yang sangat ektrem, minim akses terhadap makanan dan minuman, juga pelayanan kesehatan standar dan disisi lain hidup mengungsi di tenda-tenda yang rapuh.

Terhitung sejak gencatan senjata pada 10 Oktober 2025 lalu, sedikitnya 1.059 orang warga Palestina syahid dan 3.429 lainnya luka. Sedangkan jika dihitung dari meletusnya kembali Perang Palestina-Zionis dari Oktober 2023 hingga awal Juli 2026 ini jumlah korban yang terkonfirmasi sebanyak 73.074 orang termasuk 20.179 anak-anak. (Al-Jazeera)

Solusi Palsu Gencatan Senjata

Gencatan senjata bagi zionis bukanlah komitmen yang harus dipegang erat melainkan strategi mereka untuk merancang ulang pemusnahan/genosida pada Umat Islam Palestina. Zionis Yahudi sejak dulu sudah suka ingkar janji, oleh karenanya semestinya kaum muslimin di seluruh dunia tidak lagi mengambil solusi yang ditawarkan AS-Zionis sebab solusi dari mereka hanyalah jebakan agar dunia sedikit meredam, padahal sejatinya niat buruk mereka atas tanah suci umat Islam tidak pernah padam.

Gencatan senjata juga bukan solusi sebab ini hanya jeda perang sementara yang bahkan terus dilanggar ribuan kali. Gencatan senjata tidak menandakan berhentinya aktivitas penjajahan dan pembunuhan di atas tanah suci Al-Quds. Gencatan senjata bahkan sering dilakukan ketika pihak musuh mulai merasa tertekan dan kalah. Zionis dengan bantuan AS melalui mediator seperti Qatar kemudian menawarkan solusi palsu yang sekaligus meredam kemarahan umat Isam yang sudah sangat bergejolak. Sayangnya pula, masih banyak pihak yang berprasangka bahwa dengan gencatan senjata berarti saudara muslim mereka telah hidup aman tanpa perang. Faktanya, hampir setiap hari Zionis menyerang, membunuh dan menangkapi saudara muslim kita.

Amerika Serikat sebagai negara kapitalisme sekuler selama ini telah menjadi mitra utama Zionis dalam memerangi kaum muslimin Palestina. Bukan tanpa sebab, Amerika menancapkan hegemoninya di Timur Tengah melalui Israel dan negara-negara teluk yang mendukungnya. Amerika hanya mempertahankan dan memperpanjang kepentingannya di Timur Tengah melalui Israel. Ketika Amerika dan Zionis menawarkan solusi gencatan senjata atau menghentikan perlawanan dari kaum muslimin itu hanya strategi berulang ketika pihak musuh ini kalah dan terjepit dan mereka terus menerus mengulangi solusi palsu ini selama berpuluh tahun dan terus mengulangi penyerangan mereka terhadap kaum muslimin Palestina.

Jelaslah bahwa gencatan senjata bukanlah solusi yang harus terus diambil berulang selama bertahun-tahun. Rasulullah saw. Juga telah mengingatkan umatnya untuk tidak meminta pertolongan ataupun solusi kepada orang kafir.

Rasul Saw bersabda “Janganlah kalian meminta penerangan dengan api kaum musyrik (orang kafir).” (HR An-Nasa’i). Hadis ini dijadikan oleh para ulama sebagai dalil keharaman mengambil pandangan hidup kaum kafir, juga keharaman meminta bantuan institusi independen kaum kafir dalam peperangan.

Allah Swt. juga berfirman, “Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi auliya dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa) Nya. Dan hanya kepada Allah kembalimu.” (QS Ali Imran [3]: 28).

Perbuatan penguasa kaum Muslim membiarkan Gaza berdarah-darah oleh genosida penjahat Zionis Yahudi, membiarkan bahkan mendukung kemungkaran mereka dengan mengurung kaum Muslim dalam blokade Gerbang Rafah, dan memasok bahan bakar kepada Zionis Yahudi adalah satu dari sekian banyak sebab kehinaan dan keterpurukan kaum Muslim dunia. Apalagi ketika kaum Muslim berharap kepada lembaga-lembaga asing kaum kafir dan terpedaya alunan suara sumbang, khurafat solusi dua negara, two-state solution yang diklaim sebagai win win solution (solusi jalan tengah). Ini menjadi pelajaran: jangan pernah sudi mengambil cahaya dari api kaum Kuffar, dan kemuliaan semata-mata dalam Islam. (Al-Waie: 2024)