Malam Sebelum Pelantikan Ketua OSIS
Karya: Dicky
Di dinding kamar yang hening, kemeja batik biru cerah tergantung rapi. Beberapa kali aku rapikan lipatan kerah dan posisi dasinya. Malam ini, jam seolah berputar lebih lambat. Besok adalah hari pelantikanku sebagai Ketua OSIS.
Tetapi perasaanku mulai gelisah dan takut akan hari esok. HP-ku tiba-tiba berbunyi. Ada pesan dari Pak Rengga, Pembina OSIS.
Pak Rengga: “Dicky bagaimana kabarnyaa,, apakah sudah siap.. semangat besok pelantikan okee😉”
Aku menatap layar yang kini menampilkan dua centang biru. Jariku kaku, tak tahu harus mengetik apa. Mulutku berbisik pelan, “Memangnya aku bisa?”
Suara itu lirih, hilang di antara heningnya dinding kamar. Rasa takut semakin menjadi-jadi.
Lalu, pikiranku mendadak melayang ke peristiwa sebulan yang lalu. Di tengah lapangan SMP Negeri 4 Toboali yang luas, aku berdiri di atas panggung kecil di bawah tatapan ratusan pasang mata.
“Visiku adalah mempererat rasa kekeluargaan di SMP Negeri 4 Toboali ini dan misiku memajukan organisasi di SMP Negeri 4 Toboali ini,” ucapku kala itu.
Aneh. Saat itu, rasa takut tak sehebat ini. Mengapa justru di malam sebelum pelantikan, kegelisahan ini datang.
Di tengah heningnya malam terdengar suara langkah kaki yang menuju ke kamarku. Ibuku masuk dan bertanya dengan suara pelan, “Kenapa belum tidur? Sudah larut malam loh ini,” kata Ibu.
“Bu, besok aku pelantikan Ketua OSIS. Kalau aku gagal gimana, kalau aku salah gimana?,”
Ibu duduk di samping kasurku dan berkata, “Nak, hidup ini tempatnya mencoba dan rasa takut itu sangat wajar, apalagi ini pengalaman pertama yang akan kamu lalui. Kamu harus lawan rasa takut itu. Kalau kamu takut terus, kamu nggak akan pernah tahu apa yang terjadi.”

