Menari Air
Karya Laudia Syahrah
Wahai tuan dari kanan ku memuja seperti ramuan
Benarkah nyata dari jingga hingga larang layaknya bayang
Kusapa pada tahun dari angan dan kenangan
Memang benar abadi yang hilang kembali dengan tenang
Melangkah dengan jejak lalu tergeletak
Sudah lama tidak menyapamu dengan pilu tapi semu
Berlari di atas kain retak, namun lembut dan digertak
Sempat luluh dari satu hingga seribu
Halaman

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.