Timelines.id

Media Literasi, Sejarah & Budaya

Selasa, 19 Mei 2026

#inkubator literasi

Tanah Airku

Karya: Laudia Syahrah Tanah Airku Seribu tangan membelah dari kepahitan yang kalah Menggumam

Pantun Nunton Pawai

Karya: Rosyadi Ateng Nyarik ikan di laut dapet ikan mayong Ikan didapet dengan care ngerawai Wooi

Pertempuran Banka Kotta

Oleh: Dwikki Ogi Dhaswara Awal cerita dimulai ketika ombak datang menerjang pantai Kute yang

Pantun Minggu: Nonton Pawai

Karya: Sumardoni Ada pelepah pohon kelapa Jatuh ke sungai tidak ke darat Tiap rumah banyak bendera

Ini Republik

Karya: Laudia Syahrah Perjuangan parah dengan bertumpah darah Dari awan abu yang telah terang

Menjelang Kemerdekaan

Karya: Dwikki Ogi Dhaswara Bom Atom pecah… Mengalirkan radiasi membakar kulit dan meremukan

Pantun Kemerdekaan

Karya Rosyadi Ateng Dari Toboali ke desa Tepus Pulang e lewat desa Bencah Jangan lupa setiap
Aku Mengenalmu

Segaris Kepadamu

Karya: Laudia Syahrah Pengantar dari sebuah mata ke mata Kepada kata yang menjadi peran sebuah

Jasa Empat Lima

Karya: Laudia Syahrah Andaikata dirimu tidak kembali dan pergi Akan kusimpan kenangan suci yang

Waktu

Karya: Laudia Syahrah Gamang menghadirkan sebuah rindu singkat pada ruang Bahkan matahari menjadi

Tamu Tengah Malam

karya: Yoelchaidir Semilir dalam pekat masih bergulir Daun daun gugur menghempas bumi Gurauan
Aku Mengenalmu

Serta Merta Untukku

Karya Laudia Syahrah Aku ingin merayakan hari dengan indah setiap tahunnya Menanti pertambahan arah

Renjana Rumahku

CERPEN, TIMELINES.ID — Di tengah hamparan padang rumput itu aku merasa tersesat. Baju putih

Menari Air

Karya Laudia Syahrah Wahai tuan dari kanan ku memuja seperti ramuan Benarkah nyata dari jingga
Rindu di Ujung Waktu

Rahara

Karya: Laudia Syarah Sempat lupa kepada gadis dengan pita rumit Alangkah indah jika tukar dengan
Sudah ditampilkan semua