Karya: Laudia Syahrah

Tanah Airku
Seribu tangan membelah dari kepahitan yang kalah
Menggumam membisu kepada pemimpin dengan keadaan pilu
Tangisan, darah, patah tulang hingga tinggi suara
Sebab pengorbanan tergantung pada siapa yang dapat dipercaya

Kulambai seorang pria dengan corak berwarna asoka
Tak lain sudah beda jauh dengan kata
Ingin mendengar ataupun melihat cerita duka
Tak ingin mengulang karena sudah tamat dengan tersiksa

Baca Juga  Titik Nadir