Karya: Sang Peramu Aksara – Agus Bachtiar K.

Kudengar sayup suara
Pekik “merdeka”
yang berbeda dari sebelumnya
teriakan sumbang setengah dipaksa

Kulihat berduyun langkah
mengayun lirih dinaungi serakah,
senada raga yang kian melemah,
mengarah limbung berbalut gundah

Kuberbisik padanya:
“Merdeka adalah kata
yang belum tampak terlihat nyata,
seperti mitos dan cerita belaka.”