Karya: Oziandi

Hujan turun pelan sore itu.
Aku duduk sendirian di bangku taman sekolah, tempat yang biasanya menjadi tempat kami berbagi cerita.

Namanya Alya. Sahabat yang selalu ada ketika aku membutuhkan seseorang untuk bercerita. Kami pernah berjanji akan terus bersama sampai lulus sekolah. Namun, ternyata hidup mempunyai jalan yang berbeda.

Suatu pagi, kabar itu datang. Alya telah pergi untuk selamanya.

Aku masih sulit percaya. Bangku di sampingku kini kosong. Tidak ada lagi suara tawanya, tidak ada lagi pesan singkatnya, dan tidak ada lagi seseorang yang memanggil namaku dari kejauhan.

Hari-hari berlalu. Aku mencoba menerima kenyataan bahwa kami kini berada di dua alam yang berbeda.