Karya: Yak Dand

Sisi mobil angkutan kota tua
Di tengah rimba betonnya, ku tercenung
Lirih suara itu,
bunyikan salam dengan wajah sendu
Harapkan senyuman, ya senyuman

Irama itu mulai terdengar menembus nurani
Mengalun sumbang menusuk kemanusiaan
Wajah kusut itu,
pancarkan kebingungan dambakan naungan
Butuhkan kasih sayang, ya kasih sayang

Jalanku kini bersaksi di bawah jelaga hitam pekat mesin tua,
meneriakkan kegundahan hatinya,
Jalani hari disengat matahari dibakar aspal beruap bara api
Bukan sebuah tragedi,
tapi satu dari tak terhingga takdir dari Tuhan nya
bergilir menggilasnya,