Cuaca Buruk dan Kemarau Panjang Buat Pasokan Ikan serta Sayuran Langka, Inflasi Beltim Melonjak

BELITUNG TIMUR, TIMELINES.ID — Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) mencatat bahwa secara month to month (m-to-m) Agustus 2026 Kabupaten Beltim mengalami inflasi sebesar 0,65 persen. Selain inflasi m-to-m, BPS juga mencatat inflasi year on year (y-to-y) sebesar 3,27 persen dan inflasi year to date (y-to-d) sebesar 1,95 persen.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala BPS Kabupaten Beltim, Dwi Widiyanto pada kegiatan Berita Resmi Statistik (BRS) Agustus 2026 yang berlangsung di Ruang Pertemuan BPS, Selasa (01/09/2026). Ia mengatakan bahwa kelompok makanan, minuman dan tembakau menjadi penyumbang utama pada inflasi m-to-m Agustus 2026 dengan andil sebesar 0,49 persen.

“Pada Agustus 2026, semua kelompok pengeluaran mengalami inflasi terutama kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil inflasi sebesar 0,49 persen. Komoditas penyumbang utama inflasi m-to-m adalah Ikan Bulat sebesar 0,23 persen, Ikan Kerisi sebesar 0,23 persen dan Kangkung sebesar 0,09 persen,” jelasnya.

Ia menjelaskan kenaikan harga beberapa komoditas ikan ini dipengaruhi oleh faktor cuaca yang memengaruhi hasil tangkapan nelayan. Akibatnya, pasokan ikan segar di pasar berkurang drastis sementara permintaan tetap tinggi, sehingga harga berbagai jenis ikan laut melonjak.

“Kalau komoditas sayuran disebabkan oleh musim kemarau panjang. Keterbatasan air menyebabkan hasil panen petani menurun sehingga pasokan sayuran hijau di pasar berkurang dan mendorong kenaikan harga,” pungkasnya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Beltim, Kamarudin Muten melalui Staf Ahli Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan, Bayu Priyambodo menekankan perlunya upaya antisipasi oleh seluruh pihak terhadap kondisi tersebut pada September 2026.