Oleh: Sang Peramu Aksara

Di layar TV jarang tertayang,
lelucon konyol penghibur duka.
Bukan karena tak butuh senyuman…
tapi, tuan-tuan sudah lebih dari jenaka!

Rakyat bengong,
pejabat sombong,
penjahat bergelimang puji dan puja.
Ratapan galau… hiburan bagi kau.

Pencari kerja
mengais sisa-sisa,
ceceran harta yang luput dari serakahnya:
sedikit tak apa, walau kotor dan nampak hina.

Para komika bingung
mencari bahan pertunjukan, linglung;
seluruh kelucuan
sudah diborong para pemuja ketamakan.