Oleh: Sang Peramu Aksara

Ayah rindu…
Kamu tahu?

Nak ke mana engkau…?
Ayah rindu dekapmu!

T’lah lama sepi menjerat,
seperti besi tua berkarat…

Temanmu sering bertanya:
“Di mana dia?”

Sekian lama tak pernah disebut,
dan… hati Ayah pun kian tercerabut.

Lemah lembut belaimu
menyulap cerah dari kelabu.

Pecah juga tangis Ayah,
walau kutahan susah payah!

Terjerembab kala yang tak pasti…
menanti hangatmu tersentuh lagi.

Ayah rindu…
Kamu tahu?

Jiwa ini suram…
Dirimu paham?

Rindu rengekmu,
terkenang konyolmu…

Kemarilah, Nak…
Ayah peluk sejenak!

Sembuhkan luka Ayah,
obati rasa gelisah…