Menjejak Kota Nabi: Kelana Suci Memeluk Rindu di Masjid Nabawi (III)
Hari Kedua di Kota Nabi
Karya: Yak Dand
Saat terbangun menjelang Subuh, tidak ada mimpi yang terpetik, pikiran ringan bagai udara pagi. Subuh ini hamba masuk lagi lewat Bab Bilal, menikmati kemegahan dan keindahan Masjid Nabi sampai matahari tinggi. Kisah kemarin hamba pendam dalam hati, sebuah anugerah yang tak terperi. Niat hati ini mau bertandang lagi ke rumah Nabi, menikmati riuh jemaah umat yang berlomba shalat berjemaah di sini.
Ada sebuah hikmah terperi di benak bahwa tidak ada yang menanyakan hamba bermazhab apa. Yang ada hanya beragam gaya menyatu dalam suka. Wajah ceria di mana-mana, antusias bercerita pengalaman pertama. Setelah rehat menjelang Dzuhur, kembali lagi ke istana putih menunggu sampai Ashar di sana.
Maghrib tiba, lewat Bab Bilal hamba masuk iktikaf sampai selesai Isya. Ada niat yang harus ditunai: bertamu lagi ke rumah Baginda. Langkah cepat masuk Bab Abu Bakar, mengantre sekat demi sekat bersama rombongan Mbah yang bingung berdiri di depan bab.

