Buah Jatuh Sekalian Pohonnya
Oleh: Sang Peramu Aksara
Kawan,
Dengarlah cerita ini,
Kadang pilu bercampur geli.
Ayah dan anak sama saja,
Selembar kertas gaib adanya.
Kawan,
Orang tua kita pasti kecewa,
Mereka berjuang tak kenal masa.
Agar anak jadi akademisi,
Tapi kalah oleh pembegal konstitusi.
Kawan,
Ini bukan salah siapa pun,
Karena kita semua sengaja pikun
Demi memuluskan putra mahkota
Bertengger malas di singgasana.
Kawan,
Jujur saja aku tak tahu,
Harus menangis atau malu?
Melahap kenyataan yang terpampang,
Semua tatanan disulap gamang.
Halaman

