Mentok Terancam Krisis Air Bersih, Direktur PDAM: 10 Hari Tak Hujan, Pasokan Berhenti Total

BANGKA BARAT, TIMELINES.ID – Distribusi air bersih untuk ribuan warga di wilayah pusat Mentok, Kabupaten Bangka Barat, terancam terhenti total dalam 10 hari ke depan. Dampak cuaca kering yang ekstrem telah membuat sumber-sumber air baku milik Perumda Tirta Sejiran Setason (PDAM) Mentok menyusut drastis mendekati titik kritis.

Direktur Perumda Tirta Sejiran Setason, Harpandi, menegaskan bahwa saat ini perusahaannya sedang berpacu dengan waktu demi mempertahankan aliran air ke rumah-rumah warga. Namun, nasib pasokan air bersih kini sangat bergantung pada faktor alam.

“Jika dalam 10 hari ke depan hujan tidak kunjung turun, kami terpaksa dihadapkan pada kondisi terburuk. Ketersediaan air baku berpotensi tidak lagi mencukupi untuk mempertahankan distribusi, dan pelayanan di pusat Mentok bisa terhenti total,” ujar Harpandi saat ditemui di Kantor PDAM Mentok, Selasa (13/10/2026).

Sebagai langkah penyelamatan darurat, PDAM Mentok menggandeng Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk mempercepat pengerukan tiga sumber air baku utama sejak awal Oktober 2026. Tiga lokasi tersebut adalah Kolong Menjelang 1, Kolong Argo Tirto, dan Kolong Terabik.

Harpandi menjelaskan, pengerukan di Kolong Menjelang 1 memakan waktu satu minggu dan Kolong Terabik diproyeksikan selesai dalam 30 hari. Sementara itu, pengerukan di Kolong Argo Tirto setebal 13 hari terpaksa dihentikan operasionalnya untuk sementara waktu.

“Di Argo Tirto airnya memang kembali muncul setelah dikeruk. Namun, debitnya belum mencukupi dan kualitasnya belum memenuhi persyaratan untuk langsung didistribusikan ke pelanggan. Jadi saat ini fokus pasokan bertumpu pada Kolong Menjelang 1 dan Kolong Terabik yang terus kami olah secara intensif melalui proses treatment,” jelasnya.

Mengantisipasi ancaman keringnya pasokan dalam 10 hari ke depan, PDAM Mentok mulai berburu sumber air alternatif. Pihak manajemen tengah melobi pemilik lahan swasta di kawasan Kolong Menjelang 1 untuk memanfaatkan embung pribadi mereka.