Merawat Warisan Budaya, Festival Junjung Besaoh 2026 Siap Semarakkan HUT ke-318 Toboali

BANGKA SELATAN, TIMELINES.ID — Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan mematangkan persiapan pelaksanaan Festival Junjung Besaoh Tahun 2026 dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Toboali ke-318. Mengusung tema “Merawat Warisan, Menguatkan Identitas, Mempromosikan Kekayaan Budaya Bangka Selatan” festival ini dirancang sebagai ruang untuk mengangkat, merawat, sekaligus memperkenalkan kekayaan sejarah, tradisi, seni, dan budaya masyarakat Toboali kepada masyarakat luas.

Pemantapan persiapan tersebut dilakukan melalui rapat yang digelar di Ruang Rapat Gunung Namak, Kabupaten Bangka Selatan, pada Senin (19/10/2026) siang. Berbagai unsur, mulai dari perangkat daerah, kepolisian, pemerintah kecamatan dan kelurahan, lembaga adat, komunitas seni dan budaya, hingga pihak-pihak terkait lainnya.

Sejumlah instansi dan unsur yang diundang di antaranya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Camat Toboali, para lurah di wilayah Toboali, Lembaga Adat Melayu Kabupaten Bangka Selatan, Dewan Kesenian, serta komunitas dan pelaku seni budaya.

Rapat dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Bangka Selatan, Haris Setiawan, S.Pi., M.T., yang mengajak seluruh pihak terkait untuk bersama-sama menyukseskan penyelenggaraan festival.

Dalam arahannya, Haris menyampaikan bahwa rapat tersebut menjadi momentum untuk memantapkan agenda Festival Junjung Besaoh sebagai bagian dari peringatan Hari Jadi Kota Toboali ke-318.

“Hari ini kita ingin memantapkan agenda kita, yaitu Festival Junjung Besaoh dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Toboali yang ke-318,” ujarnya.

Haris berharap seluruh pihak, khususnya masyarakat dan pemangku kepentingan di wilayah Kota Toboali, dapat berpartisipasi aktif dalam menyemarakkan kegiatan tersebut. Menurutnya, dukungan masyarakat dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk partisipasi sederhana, seperti memasang umbul-umbul, spanduk, dan ornamen lainnya untuk menciptakan suasana yang meriah.

“Kami dari Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan berharap rekan-rekan semua, khususnya yang berada di Kota Toboali, dapat ikut menyemarakkan kegiatan ini. Setidaknya dengan memasang umbul-umbul, spanduk, dan berbagai bentuk hiasan lainnya, sehingga suasana peringatan Hari Jadi Kota Toboali semakin terasa,” ungkapnya.

Haris menegaskan bahwa keberhasilan festival tidak hanya bergantung pada pemerintah daerah, tetapi juga membutuhkan dukungan dan keterlibatan berbagai elemen masyarakat. Dengan semangat kebersamaan, Festival Junjung Besaoh diharapkan menjadi perayaan milik seluruh masyarakat Bangka Selatan.

“Koordinasi lintas sektor ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan pelaksanaan festival agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan tertib, lancar, dan memberikan ruang partisipasi bagi masyarakat, ” Tutupnya.

Festival Junjung Besaoh 2026 akan menghadirkan beragam kegiatan selama lima hari, mulai 21 hingga 25 Oktober 2026. Berbagai agenda telah disiapkan, di antaranya perlombaan berbahasa daerah, bazar UMKM, pertunjukan seni dan budaya, festival kuliner tradisional, seminar sejarah, hingga malam puncak festival.

Rangkaian kegiatan diawali pada Rabu (21/10/2026) dengan Lomba Dongeng Bahasa Habang pukul 13.00 – 17.30 WIB. Pada hari yang sama, Bazar UMKM dibuka mulai pukul 16.00 – 22.00 WIB.