Merawat Asa usai Tragedi di Mentok, Kisah Polwan Bangka Barat Pulihkan Trauma Anak Saksi Pembacokan
Merawat Asa usai Tragedi di Mentok, Kisah Polwan Bangka Barat Pulihkan Trauma Anak Saksi Pembacokan
BANGKA BARAT, TIMELINES.ID — Gema tawa anak-anak di kawasan Tanjung Kalian, Mentok, mendadak senyap pada Minggu (18/10/2026) pagi. Pagi yang bising oleh deru ombak dan angin pantai berubah mencekam setelah sebuah insiden pembacokan berdarah terjadi di depan mata kepala mereka.
Bagi orang dewasa, kejadian itu adalah kriminalitas; namun bagi anak-anak yang menyaksikannya, itu adalah mimpi buruk yang nyata.
Menyadari bahwa luka psikologis sering kali tidak berdarah namun tertanam dalam, Kepolisian Resor (Polres) Bangka Barat bergerak cepat. Bukan dengan senjata atau interogasi kaku, melainkan melalui sentuhan lembut para Polisi Wanita (Polwan).
Pada Minggu (18/10/2026) sore, sekelompok Polwan Polres Bangka Barat diterjunkan langsung untuk menemui anak-anak korban dan saksi di lokasi kejadian. Misi mereka satu: memulihkan trauma (trauma healing) dan merebut kembali senyum anak-anak yang sempat hilang diselimuti ketakutan.
Pendekatan yang dilakukan para srikandi bhayangkara ini jauh dari kesan formal. Menggunakan metode ramah anak, mereka duduk bersimpuh di lantai, membaur tanpa jarak.
Satu per satu anak-anak yang awalnya tegang, bermata sembab, dan enggan bicara, mulai didekati. Para Polwan mengajak mereka berinteraksi, membagikan mainan, hingga menghadirkan hiburan ringan. Perlahan namun pasti, suasana tegang mencair. Ruangan yang tadinya hening oleh trauma, mulai hangat oleh bisikan cerita dan tawa kecil kelegaan.
“Anak-anak yang berada di lokasi kejadian perlu mendapatkan perhatian dan pendampingan khusus agar mereka tidak terus-menerus dibayangi rasa takut,” ujar Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas Polres Bangka Barat, Iptu Yos Sudarso, Senin (19/10/2026).

