Gotong Royong yang Mengancam
Oleh: D’Utama — Pemerhati Lingkungan dan Kemasyarakatan Bangka Belitung
Kegiatan gotong royong “Jumat Bersih” saat ini menjadi tren di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN), yaitu membersihkan lingkungan dari sampah dan kotoran di ruang publik serta jalanan. Kegiatan ini sekilas tampak mulia dan penuh empati. Namun, jika kita memaknai kembali kata “sampah dan kotoran,” itu bukanlah sepotong kata yang dapat dianggap remeh. Tindakan pelayanan masyarakat oleh ASN ini menuai pujian, walau hakikatnya menjadi sebuah pembelajaran yang kurang tepat. Masyarakat seolah-olah diberikan pembenaran dan pembiaran terhadap tindakan keliru mereka dalam membuang sampah sembarangan.
Ada yang berkomentar, “Tak apa, yang dibersihkan hanya sampah, kotoran rumah tangga, serta dedaunan. Jangan terlalu didramatisir, output-nya jelas: lokasi yang semula kotor menjadi bersih.”
Namun, jika kembali menelaah “sampah dan kotoran,” ada hal yang perlu dikritisi dari kegiatan ini. Sampah rumah tangga terutama sampah organik (sisa makanan) dan sampah domestik (seperti popok bayi atau tisu bekas) merupakan tempat berkembang biak yang sangat ideal bagi berbagai mikroorganisme.
Mikroorganisme apa saja yang terkandung dalam sampah rumah tangga? Berikut adalah beberapa bakteri dan virus berbahaya yang sering ditemukan:
Kelompok Bakteri:
Salmonella (sering berasal dari sisa daging mentah, telur, atau produk susu di tempat sampah). Bakteri ini menyebabkan infeksi pencernaan parah, diare, dan demam tifoid.
Escherichia coli (E. coli) (banyak ditemukan pada popok bayi bekas, kotoran hewan peliharaan, atau makanan yang membusuk). Bakteri ini menjadi penyebab utama diare, kram perut, dan infeksi saluran kemih.
Campylobacter (berasal dari sisa unggas atau daging mentah yang dibuang). Bakteri ini memicu penyakit kampilobakteriosis yang menyebabkan diare berdarah.
Staphylococcus aureus (sering ditemukan pada sisa makanan berprotein tinggi atau tisu bekas luka). Bakteri ini menghasilkan toksin yang memicu keracunan makanan cepat saji dan infeksi kulit.
Clostridium tetani (spora bakteri ini dapat terbawa dari tanah yang menempel pada kulit sayuran, barang pecah belah, atau logam berkarat di dalam sampah). Bakteri ini menyebabkan penyakit tetanus yang menyerang sistem saraf.
Leptospira (ditularkan melalui urine tikus yang memakan atau bersarang di tumpukan sampah rumah tangga). Bakteri ini menyebabkan leptospirosis yang menyerang ginjal dan hati.
Kelompok Virus:

