KESEHATAN,TIMELINES.ID- Memiliki alergi tentunya menjadi hal yang membuat keterbatasan, seperti halnya alergi dengan sejumlah jenis makanan seperti udang.

Udang tentunya menjadi bahan makanan yang sangat lezat, namun bagaimana jika seseorang alergi udang?.

Dilansir dari Hellosehat.com, Alergi udang adalah salah satu jenis alergi kerang-kerangan (shellfish). Alergi jenis ini menyebabkan reaksi alergi setelah mengonsumsi hewan laut bercangkang.

Orang dengan alergi udang bisa saja tidak memiliki alergi seafood atau makanan laut lainnya. Ada dua jenis hewan laut yang yang termasuk di dalam alergi kerang-kerangan yaitu:

●Krustasea (berkulit keras) seperti udang, udang karang, kepiting, dan lobster.
●Moluska (hewan lunak bercangkang) seperti kerang, tiram, dan remis.

Cleveland Clinic menjelaskan siapa pun dapat mengembangkan reaksi alergi ini sekalipun belum pernah mengalaminya.

Baca Juga  11 Penyebab Gagal Jantung, Awas Bahaya Nomor 9

Meskipun dapat terjadi pada semua usia, penyakit ini lebih sering muncul pada orang dewasa daripada anak-anak.

Apabila memiliki alergi jenis ini, Anda biasanya juga memiliki alergi terhadap jenis hewan laut bercangkang yang lain.

Namun, hewan laut jenis krustasea lebih sering menyebabkan reaksi alergi daripada jenis moluska.

Gejala dan tanda alergi udang

Reaksi alergi akibat udang adalah akibat dari respons sistem kekebalan tubuh terhadap protein dalam daging udang yang disebut tropomiosin.

Saat Anda makan udang, antibodi tubuh akan melepaskan histamin untuk menyerang tropomiosin. Pelepasan histamin ini menyebabkan sejumlah gejala alergi dari ringan hingga mengancam jiwa.

Ciri-ciri alergi udang biasanya muncul beberapa menit atau beberapa jam setelah mengonsumsi udang.

Mengutip dari Mayo Clinic berikut beberapa gejala reaksi yang biasanya timbul.

Baca Juga  9 Manfaat Deadlift Bagi Kebugaran dan Kesehatan Tubuh

●Gatal-gatal atau eksim (kulit memerah dan meradang).
●Pembengkakan pada bibir, wajah, lidah dan tenggorokan, atau bagian tubuh lainnya.
●Hidung tersumbat atau kesulitan bernapas.
●Sakit perut, diare, mual, atau muntah.
●Pusing, sakit kepala ringan, bahkan pingsan.

Alergi jenis ini bisa menyebabkan reaksi parah dan berpotensi mengancam jiwa yang dikenal sebagai syok anafilaksis.

Anafilaksis yaitu reaksi sistem imun parah yang timbul dengan tiba-tiba selepas tubuh terpapar pemicu alergi atau alergen.

Kondisi ini bisa terjadi pada makanan penyebab alergi apa pun.

Syok anafilaksis merupakan keadaan darurat yang memerlukan perawatan di rumah sakit. Tanda dan gejala anafilaksis adalah sebagai berikut.

●Tenggorokan bengkak atau benjolan di tenggorokan (penyempitan saluran napas) yang membuat sulit bernapas.
●Syok dengan penurunan tekanan darah yang parah.
●Pusing, sakit kepala ringan, atau kehilangan kesadaran.

Baca Juga  ASI Sebabkan Alergi?, Ini Jawaban yang Harus Bunda Tahu

Diagnosis alergi udang

Alergi udang bisa sulit untuk didiagnosis. Pasalnya, reaksi alergi yang timbul bisa berbeda-beda untuk setiap orang.

Anda bahkan bisa mengalami reaksi alergi meski tidak mengonsumsi udang secara langsung, misalnya ada campuran bahan olahan udang (terasi, kaldu, dan lainnya) dalam makanan Anda.

Apabila Anda pernah mengalami reaksi alergi setelah memakan udang, penting untuk berkonsultasi dengan ahli alergi atau dokter.

Anda mungkin juga perlu menjalani tes dan pemeriksaan untuk mendiagnosis alergi makanan.

Untuk membuat diagnosis, ahli alergi biasanya akan mengajukan pertanyaan rinci tentang riwayat gejala alergi.

Ahli alergi mungkin akan melakukan beberapa tes alergi, seperti tes tusuk kulit (skin prick test) serta tes darah.