Oleh: Meilanto

1. Dak usah muang kerang ke aik!

Kulit atau cangkang kerang merupakan bagian penutup hewan bertubuh lunak (molusca). Kulit atau cangkang kerang terbuat dari zat kapur. Zat kapur yang telah menjadi cangkang kerang sulit untuk hancur atau terurai.

Pepatah ini menyiratkan bahwa membuang cangkang ke air akan menyebabkan air menjadi kotor dan lama-kelamaan cangkang kerang bisa menyebabkan pendangkalan air. Membuang cangkang kerang di air dipercayai akan menimbulkan banyak lintah. Ini bisa saja terjadi karena tumpukan cangkang kerang bisa menjadi tempat lintah berkembang biak.

2. Urang bini tengah kutor, dak usah mutik cabik!

Kata “tengah kutor” berarti perempuan sedang haid. Perempuan yang sedang haid apabila memetik cabai maka batang cabai akan keriting dan cepat mati. Pantangan ini lebih mengarah kepada bentuk kehati-hatian. Perempuan sedang haid berarti ia sedang kotor. Sebaiknya dihindari.

Baca Juga  PT Timah Dukung Tim P2MI ITB Lakukan Penelitian Geowisata di Bangka Belitung

3. Anak ampang dak usah mutik limau langer!

Anak ampang dalam bahasa Bangka adalah anak yang lahir dari hubungan laki-laki dan perempuan yang belum terikat melalui prosesi ijab qabul yang sah. Gelar anak ampang kurang baik dimata masyarakat.

Secara hukum, anak tersebut tidak tahu menahu hubungan orang tuanya hanya saja terkadang kata-kata anak ampang selalu dikaitkan dengan perilaku kedua orang tuanya. Sebagai akibatnya sang anak juga menanggung malu.

Pantangan di tengah masyarakat, anak ampang tidak diperbolehkan memetik jeruk nipis sebagai bentuk kehati-hatian supaya tidak sembarangan melakukan suatu perbuatan.

4. Orang bisul jangan makan telur ayam!

Orang yang sedang bisul apabila makan telur ayam dipercayai bisulnya akan bertambah banyak dan sakit yang luar biasa. Telur banyak mengandung protein terutama telur ayam kampung.

Baca Juga  Bermain, Bertumbuh, dan Dicintai

Makan telur ayam berlebihan akan menyebabkan kadar insulin meningkat dan memicu peradangan. Peradangan inilah yang kemudian akan memicu produksi kelenjar minyak berlebih yang juga mengandung bakteri kotor penyebab jerawat maupun bisul.

5. Orang baru sembuh dari patah tulang, dak usah matah kayu!

Orang yang sedang berobat atau baru saja sembuh dari patah tulang, tidak diperkenankan mematahkan kayu. Ini dipercayai akan membuat tulang yang masih proses penyembuhan atau baru pulih akan patah kembali.

Mitos ini berkembang di tengah-tengah masyarakat. Ditinjau dari segi hubungan dengan alam, mematahkan kayu akan membuat tangan atau kaki terasa sakit. Apalagi jika kayu tersebut masih hidup dan tentunya masih kuat, memerlukan tenaga yang harus kuat juga.

Baca Juga  Malam Nuzulul Quran

Bisa jadi dengan mematahkan kayu, tulang yang baru sembuh atau dalam proses penyembuhan akan sakit kembali.