Tidur Dengan Mata Terbuka?, Cek Kesehatan Sekarang
KESEHATAN,TIMELINES.ID- Pernah punya teman yang saat tidur matanya sedikit terbuka?, sebaiknya kamu harus kasih tahu ini bahaya tidur dengan mata yang terbuka bagi kesehatan.
Dilansir dari Hellosehat.com, ternyata tidur dengan kondisi mata terbuka merupaka gejala tidak baik yang timbul dari kondisi tubuh.
Normalkah kalau mata terbuka saat tidur?, Jawaban singkatnya, tergantung gejala yang Anda alami setelah bangun tidur.
Ketika Anda tertidur, Anda mungkin tidak akan tahu apakah mata Anda tertutup atau terbuka.
Bila saat bangun mata terasa gatal, kering, dan lelah, kemungkinan besar Anda tertidur dengan mata terbuka atau tertutup sebagian. Hal ini sesekali bisa terjadi pada orang yang sehat.
Namun, bila gejala terus muncul setelah bangun tidur, mungkin Anda memiliki gangguan mata bernama nocturnal lagophthalmos atau kelelahan nokturnal.
Kondisi ini cukup jarang terjadi. Diperkirakan hanya sekitar 5% orang dewasa yang tertidur dengan mata terbuka.
Apa gejala lagophthalmos nokturnal?
Setiap orang yang mengalami tidur dengan mata melek umumnya tidak akan menyadari hal ini hingga timbul gejala yang mungkin menandakan kondisi ini.
Selain mata kering dan gatal, ada gejala lain yang bisa terjadi bila Anda mengalami kelelahan nokturnal, seperti berikut ini.
●Mata merah.
●Mata terasa perih atau panas.
●Gampang silau.
●Penglihatan kabur.
●Mata terasa seperti kemasukan benda asing.
Apa penyebab nocturnal lagophthalmos?
Nocturnal lagophthalmos terjadi akibat kelumpuhan wajah, yaitu pada bagian otot orbicularis di kelopak mata. Kondisi ini bisa bersifat sementara atau permanen.
Penyebabnya bisa berupa:
●infeksi,
●stroke,
●bekas operasi,
●cedera, ataupun
●bell’s palsy (kelemahan pada otot wajah).
Pada beberapa kasus, lagophthalmos nokturnal juga bisa terjadi setelah menjalani operasi kelopak mata (blepharoplasty).
Ini merupakan prosedur yang dilakukan untuk menghilangkan kulit berlebih pada kelopak mata bagian atas ketika terjadi penuaan.
Pembedahan ini memang bisa membuat wajah lebih muda, tapi juga memiliki risiko lagophthalmos, terutama jika kulit kelopak mata yang dipotong terlalu banyak.
Selain itu, ada juga beberapa penyakit yang dapat menyebabkan tidur dengan mata terbuka.
Penyakit tersebut seperti penyakit Lyme, cacar air, penyakit gondok, polio, kusta, difteri, sindrom Guillain-Barré, sindrom moebius, dan penyakit neuromuskular.
Kelainan mata seperti exophthalmos (mata menonjol) akibat penyakit Graves juga bisa membuat seseorang sulit untuk menutup kelopak mata.
Pada kasus yang lebih jarang, bulu mata bagian atas dan bawah yang terlalu tebal juga bisa menyebabkan mata sulit menutup secara sempurna.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.