KESEHATAN,TIMELINES.ID- Apakah Posisi Kencing Berdiri Berbahaya untuk Kesehatan?
Sebagian besar pria biasa kencing dengan posisi berdiri. Namun, ternyata ada bahaya kencing berdiri bagi kesehatan. Lalu, apakah kencing jongkok lebih baik?

Selama ini kamu mungkin menganggap jika posisi berdiri saat buang air kecil pada pria adalah sesuatu yang lumrah. Pasalnya, hal ini telah dilakukan secara alami. Bahkan, kebanyakan toilet umum pria menyediakan tempat berkemih sambil berdiri.

Ada banyak alasan yang juga mendukung pria memilih posisi itu, salah satunya yaitu kenyamanan. Buang air kecil sambil berdiri juga jauh lebih praktis untuk pria.

Namun, tidak semua negara memiliki kebiasaan kencing berdiri untuk pria seperti di Indonesia. Di beberapa negara Afrika dan Asia, justru kencing jongkok lebih umum dilakukan pria.

Baca Juga  Cegah Osteoarthritis Manfaat Minum Susu untuk Lansia

Lalu, adakah bahaya kencing berdiri menurut kesehatan? Apakah kencing jongkok justru lebih bermanfaat bagi pria? Simak di sini.

Bahaya posisi kencing berdiri

Sejumlah peneliti di Departemen Urologi di Leiden University Medical Center, Belanda, mengumpulkan dan menganalisis 11 studi yang membandingkan efek posisi kencing sambil duduk atau jongkok dengan posisi kencing berdiri.

Ada tiga hal yang diamati sebagai penanda buang urine normal, yakni kecepatan laju air kencing, waktu yang dibutuhkan untuk kencing, dan terakhir adalah jumlah air kencing yang tersisa di kandung kemih. Ketiganya merupakan faktor penentu kemampuan tubuh dalam mengeluarkan urine.

Penelitian ini dilakukan terhadap dua kelompok. Kelompok pertama adalah pria yang sehat, sedangkan kelompok kedua terdiri dari pria yang mengidap gangguan saluran kemih bawah.

Baca Juga  Wajib Tidur yang Cukup, Ini 6 Manfaat Untuk Kesehatan Fisik dan Mental

Hasilnya, pada pria yang sehat, tidak ditemukan perbedaan atau bahaya mencolok antara posisi kencing berdiri dengan kencing jongkok. Baik kencing berdiri ataupun berjongkok, keduanya tidak memberikan pengaruh apa-apa terhadap kelompok ini.

Sementara itu, laporan analisis menyatakan bahwa pengidap gangguan saluran kemih bawah justru diuntungkan saat buang air kecil sambil berjongkok. Mereka lebih bisa mengosongkan kandung kemihnya dengan hanya tersisa 25 mililiter urine dalam organ tersebut.

Pria yang mengidap gangguan saluran kemih bawah juga bisa mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk kencing jika mereka kencing sambil jongkok dibandingkan berdiri. Rata-rata perbedaannya adalah 0,62 detik lebih singkat dibandingkan kencing berdiri.

Posisi kencing awalnya juga diduga berpengaruh terhadap risiko kanker prostat serta kualitas seks. Namun, dugaan ini tidak terbukti dalam studi tersebut. Tampaknya tak ada kaitan langsung antara posisi kencing dengan risiko kanker atau kualitas seks.

Baca Juga  Tekken World Tour 2024 Ini Jadwal dan Lokasinya

Kencing berdiri berisiko infeksi saluran kemih