Apa Kabar Jambore Dunia Korea Selatan dan Delegasi Indonesia?
oleh: Agustian Deny Ardiansyah
FEATURE, TIMELINES.ID — Tiga putra-putri terbaik Kabupaten Bangka selatan ikut andil dalam memeriahkan kegiatan Jambore Pramuka Dunia 2023 ke-25 yang diselenggarakan di Saemangeum, Provinsi Jeolla Utara, Korea Selatan pada 1 – 12 Agustus 2023
Ketiga orang tersebut adalah Jian siswa SMP Negeri 1 Lepar, Jelen Evertin siswi SMP Negeri 1 Toboli dan Gita Ramadani siswi SMA Ponpes Darul Istiqomah Airgegas.
Membanggakannya, Jian merupakan peserta yang berasal dari SMP Negeri 1 Lepar yang mana sekolahnya berada di Pulau Lepar, Desa Tanjung Labu, Kecamatan Lepar, Kabupaten Bangka Selatan (salah satu sekolah tempat saya mengabdi).
Oleh karena itu ada rasa bangga ketika seorang siswa dari pulau bisa mewakili sekolahnya melaju sampai ke tingkat Internasional.
Jian termasuk istimewa, dirinya dapat mengikuti kegiatan tersebut karena mendapat apresiasi dari Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ketika itu.
Di mana Jian berhasil menjawab pertanyaan yang dilontarkan gubernur dari ribuan peserta lainnya yang mengikuti Jambore daerah.
Ikhwal hal itu, akhirnya Jian bisa menjadi salah satu peserta yang mewakili Kabupaten Bangka Selatan sekaligus Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Indonesia dalam kegiatan Jambore Pramuka Dunia 2023 yang diikuti oleh 43.000 anak muda dari 158 negara tersebut.
Bagaimana kabar Jambore Internasional di Korea Selatan?.
1. Berhadapan dengan Cuaca Panas Ekstrim
Peserta Jambore Pramuka Dunia 2023 di Korea Selatan dihadapkan pada cuaca panas ekstrim dengan suhu mencapai 38 derajat celcius dan kelembapan tinggi.
2. Peserta Jambore Pramuka Dunia 2023 Dilarikan ke Rumah Sakit
Sekitar 1.480 peserta pramuka remaja dilarikan ke rumah sakit karena terkena ruam kulit, penyakit terkait panas dan terkena gigitan serangga, namun dipastikan tidak ada peserta dalam kondisi kritis.
3. Fasilitas yang Kurang Memadai
Kegiatan jambore tersebut dilaksanakan di atas tanah reklamasi pantai di mana sangat gersang dan kurang adanya pepohonan, hal itu diperparah dengan adanya genangan air akibat guyuran hujan sehingga membuat suasana perkemahan menjadi tidak nyaman.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.