Menyusuri Sungai Mangrove Desa Kepoh, Wilayah Timur Toboali yang Kaya Potensi Bahari
FEATURES, TIMELINES.ID — Desa Kepoh Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan merupakan salah satu desa yang kaya akan potensi bahari.
Desa yang terletak di sebelah timur Kota Toboali dapat ditempuh hanya dengan waktu 15 menit saja dari Toboali.
Desa ini memiliki keindahan alam hutan mangrove yang tumbuh di sepanjang sungai menembus muara laut Kepoh.
Tak hanya itu, sejumlah potensi perikanan, mulai dari udang super, ikan kakap, serta kepiting mangrovepun dimiliki desa ini.
Sungai Kepoh juga menjadi surga para angler. Di sisi hulu, para pemancing memburu udang gala dan ikan toman.

Kawasan hutan Kepoh masih terdapat beragam jenis binatang seperti rusa dan kancil.
Sabtu (22/4/2017) lalu harian ini bersama dua wartawan media lokal dan Tim Humas dan Protokol Setda Bangka Selatan (kami-red) berkesempatan menikmati indahnya hutan mangrove sungai Kepoh.
Sungai sepanjang 5 kilometer kami telusuri panoramanya menggunakan perahu kecil dengan panjang 6 meter dan lebar 1 meter milik Bely, nelayan setempat.
Didampingi Kepala Desa Kepoh, Udayasa perjalanan kami mengeksplore hutan mangrove dimulai dari dermaga sekitar pukul 11.30 Wib.
Perjalanan awal kami diawali dengan menikmati hijaunya rerimbunan pohon nipah.

Di sungai selebar 15 – 25 meter ini juga ditumbuhi beragam jenis pepohonan, mulai dari pohon nyere, gelam, nipah hingga mangrove.
Cuitan suara burung menghiasi perjalanan kami. Begitu juga aksi binatang kera yang berlompatan di pepohonan saat kami melintas.
Terusan hutan sebelah timur laut Desa Kepoh berbatasan langsung dengan Desa Beriga Bangka Tengah.
Sementara di sebelah barat laut hutang mangrove berbatasan dengan Desa Tukak Sadai.
Di sungai desa ini juga terdapat buaya.
Hanya saja, predator ganas ini jarang sekali muncul dan hanya pada waktu tertentu saja.
Lima belas menit berselang perjalanan, rimbunan pohon nipah berganti dengan pohon nyire, gelam serta mangrove.
Tampak buah pohon nyire bergantungan. Begitu juga dengan buah pohon nipah tumbuh subur dan bisa dinikmati.
Eksplore wisata Bangka Selatan kali ini begitu mengasyikan dengan rerimbunan pepohonan hijau yang masih asri belum tersentuh.

Di tengah perjalanan, kami menemukan sejumlah pohon gelam yang telah ditebang. Ternyata pohon tersebut akan digunakan nelayan untuk membuat bagan ikan.
Pemerintah Desa Kepoh secara bertahap terus mensosialisasikan kepada masyarakat agar tidak menebang pohon mangrove.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.