Kisah Tiga Penambang Babar, 48 Jam Terombang Ambing di Laut, Bertahan hanya dengan Minum
BANGKA BARAT, TIMELINES.ID – Sunar (35), warga Desa Bakit, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat (Babar) membeberkan awal mulai dia dan dua rekannya Edi (22) dan Mukiong (35) hanyut dan sempat dikabarkan hilang setelah sempat lego jangkar di perairan Tembelo, Kecamatan Mentok.
“Jadi begini, awalnya kami itu kan telah ditarik ke arah pinggir, sudah sampai ke pinggir, arusnya semakin deras, kami sempat taruh jangkar, tapi jangkarnya lepas dari tangan,” ujar Sunar saat dimintai konfirmasi di Puskesmas Mentok pada Kamis (28/9/2023) pagi.
Lantaran jangkar terlepas, ponton yang membawa ketiganya kemudian hanyut ke arah tengah. Dia mengaku, mereka sempat menahan menggunakan kayu namun tidak mampu akibat derasnya gelombang air laut hingga membawa mereka makin ke tengah lautan.
“Kemudian saya coba telepon bos, tapi sudah tidak bisa lagi karena baterai HP habis. Semakin ke tengah kami hanyut, kami sudah tidak ada solusi lagi. Saat terombang-ambing di tengah, kami coba turunkan pompa untuk jangkar, hampir satu malam,” tambah dia.
Lebih lanjut, sambung Sunar, tali yang digunakan untuk pengikat jangkar sementara kemudian terputus hingga membawa ponton kian jauh ke tengah lautan meski pulau Bangka masih terlihat pandangan. Akhirnya, mereka kembali menurunkan 1 mesin.
“Kami buat jangkar sementara lagi dan sempat beberapa jam bertahan pada hari Selasa dari jam 6 sore sampai 10 malam. Rupanya gelombang makin tinggi, ponton kami dihempas gelombang, putus lagi tali jangkar menggunakan mesin tadi,” sebut Sunar

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.