Serunya Menjadi Sangker di Peransaka Nasional
Karya: Filda Evalionti
Filda..
Filda evalionti itu nama yang diberikan oleh orang tuaku. Orang orang sering memanggilku dengan panggilan da atau fil, ada juga yang memanggilku eva hahahaha.
Apapun panggilannya aku suka. Aku dilahirkan disalah satu desa kecil di kecamatan Lepar Pongok Provinsi Bangka Belitung.
Suatu hari aku pernah bertanya kepada ayahku.
“Yah.. kata orang orang nama itu punya arti,lalu apa arti namaku,” begitu tanyaku.
Ayahku tersenyum sambil menjawab pertanyaan dari anak sulungnya tersebut dengan senang hati.
“Kata pertama dari filda itu ayah ambil dari nama ayah sendiri, kalau evalionti itu, eval itu valnya itu faldi nama ayah, kalau lionti itu memiliki dua arti, pertama liontin yang artinya berlian yang berarti berharga, kalau ti nya itu ayah ambil dari nama ibumu yanti,” begitu jelasnya.
Aku terlahir dari keluarga yang sederhana, anak pertama dari dua bersaudara.
Pada saat aku memasuki umur 4 tahun orang tuaku menyekolahkanku ke taman kanak kanak selama kurang lebih 2 tahun.
TK sampai SD ku sama seperti anak pada umumnya belajar dan bermain seperti anak anak seusinya.
dari TK aku memang anak yang aktif tapi pemalu, sifat aktifnya itu yang membuatku banyak dapat penghargaan penghargaan dari mulai juara kelas sampai lomba lomba yang diselenggarakan pihak pemerintah maupun guru.
Aku juga mengikuti ektrakulikuler yang ada di sekolah, yang aku pilih saat itu adalah pramuka.
Aku mengenal pramuka pertama kalinya pada saat memasuki sekolah dasar tapi pada saat itu aku belum mendalaminya dan belum benar benar tau apa itu pramuka.
Dari sini semuanya dimulai.
Hari pertama di SMA diadakan dengan kegiatan pengenalan atau sering dibilang dengan MPLS.
MPLS dilakukan kurang lebih dua hari.
Saat memasuki ruangan rasanya sangat canggung. SMA berbeda dengan TK, SD, dan SMP.
Di SMA ini kami digabungkan dari berbagai desa di kecamatan Lepar Pongok, karena SMA di sini cuma ada satu.
Tapi seiring dengan berjalannya waktu semuanya terasa menyenangkan, apalagi bisa kenal dengan teman teman dari berbagai desa.
Senang rasanya dari yang tidak kenal jadi kenal, yang tidak akrab jadi akrab, kami semua dipertemukan karena pendidikan.
Pada saat memasuki semester pertama di kelas 10, sekolah kami mengadakan perkemahan untuk peserta didik yang baru masuk.
Kami dibagi menjadi beberapa regu putri dan regu putra.
Keesokan harinya, siangnya kami melakukan perkemahan seperti hiking dan banyak lagi kegiatan lainnya.
Semuanya berjalan dengan lancar, tetapi malam harinya angin kencang disertai hujan ribut menghantam tenda kami semua.
Akhirnya kami pindah ke tempat yang lebih aman dan besoknya kami melanjutkan kegiatan seperti biasanya sampai dengan acara penutupan.
Selesai acara perkemahan kami semua belajar seperti semula.
Pada suatu hari guru memberi kami semua selembar kertas untuuk diberikan kepada murid kelas 10 untuk menulis ekskul apa yang diinginkan.
Di situ aku tetap memilih ekskul pertama kali waktu aku SD yaitu pramuka.
Hari demi hari aku dan teman teman lain yang mengikuti ekskul pramuka mempelajari pramuka lebih dalam, dari mulai tata cara upacara, apel dan masih banyak lagi lainnya.
Akhirnya setelah melewati berbagai macam rintangan kami menuju ke tingkat pertama yaitu bantara atau bantuan tenaga rakyat.
Hari terasa sangat cepat berganti sekarang kini aku sudah memasuki kelas 11.
Aku dan teman temanku berlajar seperti biasa tidak kala untuk menghilangkan rasa jenuh saat pelajaran kami isi dengan candaan candaan atau permain yang menyenangkan.
Pada saat Agustus, pembina pramuka kami menanyakan ada yang mau jadi sangker pada kegiatan Peransaka nasional.
Dan tanpa pikir panjang di situ aku langsung mendaftarkan diri tanpa sepengetahuan pembinaku.
Pada saat itu aku mendaftarkan diri pada bidang humas.
Setelah beberapa hari pengumuman keluar pada akun yang membuka pendaftaran itu dan ternyata namaku ada dalam nama nama orang yang terpilih menjadi sangker.
Dari beberapa orang yang daftar di sekolahku, cuma aku yang terpilih menjadi sangker, tetapi saat itu namaku tidak terpilih dalam bidang humas melainkan namaku masuk dalam bidang sapras (sarana dan prasarana).
perasaanku di situ campur aduk, antara senang karena terpilih dan sedih juga karena terpilihnya bukan bidang yang aku mau.
Selang beberapa hari saat pengumuman itu, aku mendapatkan informasi dari Kwarda bahwa semua sangker kumpul di buper untuk melakukan pembekalan.
Setelah mengurus semua pemberkasan aku berangkat bersama satu orang teman dari kecamatanku.
Perwakilan sangker dari kecamatanku cuma dua orang, aku dan satu orang temanku.
Sampainya di buper kami langsung bergabung dengan kwartir cabang kami.
Di buper kami diberikan arahan bagaimana menjadi sangker yng baik, ramah serta melihat melihat area bumi perkemahan.
Saat pembekalan sangat menyenangkan aku bertemu teman dari berbagai macam kwartir cabang.
Ada yang dari kota pangkal pinang, bangka barat, ada juga sangker dari kakak kakak mahasiswa universitas dan masih banyak lagi lainnya.
Keesokan harinya acara selesai, kamipun pulang kerumah kami masing masing.
Besoknya aku masuk ke sekolah seperti biasa, pas aku pulang ternyata anak anak pramuka sedang mempersiapkan kegiatan untuk pelantikan saka bahari.
Sebelum pelantikan kami diajarkan apa itu saka dan apa itu Peransaka.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.