OPINI, TIMELINES.ID — Saat ini istilah monumental tentunya bersifat menimbulkan kesan yang artinya dapat mempengaruhi seseorang untuk dalam melihat dan memaknai infrastruktur yang monumental tersebut. Secara historis, sesuatu yang monumental pada suatu daerah menandai kematangan usia daerah tersebut dan semakin matang usia suatu daerah maka identik dengan kemapanan daerah tersebut.

Icon atau simbol yang monumental bisa menjadi salah satu cirinya. Artinya membangun sebuah icon infrastruktur yang monumental berarti sama dengan membangun masa depan sebuah peradaban.

Saat ini, beberapa pemerintah daerah di kabupaten/kota di Bangka Belitung sedang melakukan geliat pembangunan icon-icon daerah yang diharapkan bisa menjadi bangunan monumental pada masa yang akan datang. Tentunya, infrastruktur daerah tersebut dapat mencirikan daerahnya.

Baca Juga  Basel Run 2025: Dongkrak Pariwisata dan Ekonomi

Bangka Belitung yang berdiri sejak tahun 2000 telah mencirikan daerahnya sebagai daerah melayu.Mengutip artikel Sancin, 2008 bahwa secara historis wilayah Bangka terbentuk oleh dominasi Kesultanan Palembang, setelah lepas dari Kesultanan Banten karena anak perempuan Bupati Nusantara dari Banten yang menguasai Bangka menikah dengan Sultan Palembang, Abdurrahman tahun 1659-1707. Dan Belitung pada masa yang hampir sama dikuasai oleh Mataram yaitu Ki Gegedeh Yakob, Cakraningrat I tahun 1618-1661, setelah menikahi putri Ki Ronggo Udo, yaitu penguasa Belitung sebelumnya.Artinya, sejak tahun 1600 an Bangka Belitung memiliki ciri yang kuat dalam sebuah kerangka budaya melayu.

Hendaknya ciri tersebut jika dikaitkan dengan semangat pemerintah kabupaten/kota di Provinsi Bangka Belitung dalam menciptakan bangunan monumental di daerahnya sebaiknya berbasis budaya melayu. Berdasarkan Hasil Riset yang dilakukan Nurfatihah dan Prabowo Aji, 2022 disebutkan bahwa Suku Melayu memiliki budaya di mana setiap bagian dari kehidupan mereka benar-benar berpegang teguh pada islam. Jika kita lihat di Bangka Belitung budaya tersebut mayoritas budaya melayu tersebut dipengaruhi dengan perayaan-perayaan besar agama islam di beberapa desa-desa tertentu Bangka belitung. Tentunya pembangunan icon atau simbol tersebut yang berbasis budaya dapat terlihat dari bangunan monumental tersebut.Tudung saji salah satu yang menjadi cirinya. Namun hal tersebut masih terbilang kategori yang kurang. Banyak peristiwa atau ciri budaya yang lain dapat dituangkan dalam bangunan monumental tersebut.

Baca Juga  Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2022, Tertinggi Pasca Krisis Pandemi COVID-19