oleh: Navisa Bilillah  SMAN 3 Toboali

CERPEN, Hadirmu membawa canda tawa namun pergimu membawa luka.

Sebuah epilog tanpa prolog, sebuah pendekatan tanpa pengenalan.

Banyak janji yang kuterima, tapi tidak dengan pembuktiannya.

Menurutku, janji hanya kata penenang. Dan semua orang bisa berjanji, tapi tidak semua orang bisa menepati janjinya.

Kesetiaan berarti ketulusan untuk menyimpan satu hati di dalam hati dan berjanji untuk tidak akan memulai kata “pergi”.

***

Rara dan Roni adalah dua orang sahabat yang dari kecil tak terpisahkan.

Pastinya persahabatan laki-laki dan perempuan memiliki rasa cinta, namun tak berani menyatakannya.

Sore itu, Roni mengajak Rara untuk jalan-jalan. Karena ia mau menghibur sahabatnya tentang kisah percintaannya yang telah usai.

Baca Juga  Abu-abu

“Rara, Apa kamu percaya tentang sebuah janji?” tanya Roni.

“Tidak, Roni, ” jawab Rara.

“Kenapa?” ujar Roni.

“Karena dulu ada seseorang yang begitu penting dalam kehidupanku, lalu ia pergi saja sedangkan dulu ia datang tanpa kusapa, ” jawab Rara yang tersenyum.

“Lalu, Rara?”

“Jangankan hidup bersama, Roni. janji yang dulu ia buat untuk tidak meninggalkanku, ia ingkari dengan mudahnya. Lalu ia tak pernah kembali, ia benar-benar telah mati, ” ujar Rara kecewa.

“Emangnya itu siapa, Ra?” tanya Roni lagi.

“Tak perlu tau ia siapa yang penting dia meninggalkanku secara tiba-tiba, “jawab Rara dengan raut wajah yang sedih.

Seketika Roni terdiam dan melihat Rara yang menampakkan wajah sedihnya.

Baca Juga  Lagu Rindu

“Dan sekarang aku tidak percaya lagi dengan kata janji, ” ujar Rara.

“Jangan begitu Ra, tidak semua orang mengingkari janjinya,” ujar roni.

“Buktinya Ron dia mengingkari janjinya. Dan dia juga pernah bilang, kalau dia tidak akan mencari wanita lain selain diriku. Dan sekarang, itu adalah hanya omong kosong. Lalu untuk apa percaya dengan kata janji lagi, Ron, ” ujar Rara