Karya: Abrillioga

Pada persimpangan jalan yang pernah kita lalui
Lampu sudut kota yang temaram
Batas-batas itu basah, berembun pada malam yang buta
Di bawah payung hujan di bulan November
Aku melihat ke atas, mengadah tangan dan membasuh wajah pada rintik gerimisnya
Aku bertanya dalam diri
; kemana kau pergi?

Ingatkah hujan bulan November yang lalu
Kau berbisik padaku
Rintik hujan pada jendela kamar, menguap embun
Buram sudah kaca itu, tak dapat kau saksikan angin malam, malah ia berulang kali mengetuk jendela kamarmu
; berisik
Tapi kau tidak marah, justru kau menyukai caranya
Melambaikan padamu pada hal yang tidak ada
Lengan konsiliasimu dimakan hujan malam di bulan November
Bergerak melaju, lagi kau menyukai caraku menulis tentang hujan
Kau berlirih pada telingaku
; inilah yang dinamakan cinta sejati

Baca Juga  Putih Gelap Hitam Terang