Karya: Aqila Aliya Chandra

Suara berat itu
Perlahan mulai merendah
Tawa kebahagiaan itu
Perlahan berganti sirna
Seperti senja
Berawal indah berakhir gelap.

Cahaya remang menjadi teman setia
Dinginnya ruang telah menjadi sahabat
Teteskan air menjadi penyambung kehidupan
Semua tau ia selalu tertawa ceria
Satu kata bahkan terucap begitu susah
Menyeimbangkan kata dengan orang di seberang
Berbicara perlahan agar semua paham
Terdiam kala suara seberang berakhir.

Baca Juga  Sastrawan Sekaligus Ulama, Profil KH. Ahmad Mustofa Bisri