Karya: Abrillioga

Dinding kaca lusuh merintih
Digerus asa menyuarakan pedih
Lantas aku bertanya
; kapankah pulih?
Bagaimana caranya bernafas tanpa perlu tarikan perih
Apakah aku harus jatuh hati kemudian dipatahkan lagi?
Atau memberi harapan lalu diinjak lagi?

Hingga saat senja mulai meredup
Penaku tergenggam tanpa tinta
Hingga menulis syair ini aku tak sempat menuliskan judulnya
Di atas kertas putih, sepi merajai
Hingga pena ini terdiam, seribu kata kunci

Baca Juga  Guruku Pahlawanku