TIMELINES.ID- Apakah Bunda mendapati bahwa Si Kecil akhir-akhir ini menyusu lebih banyak dan tampak lebih aktif dan rewel? Hal tersebut mungkin menandakan bahwa ia sedang mengalami growth spurt.

Selain kedua tanda di atas, ada beberapa tanda lain yang menunjukkan bahwa bayi sedang mengalami growth spurt.

Bayi akan mengalami proses tumbuh kembang yang begitu pesat pada 1 tahun pertama kehidupannya. Dalam kurun waktu 1 tahun tersebut, proses pertumbuhan bayi akan mengalami peningkatan pada waktu-waktu tertentu. Hal inilah yang disebut sebagai growth spurt.

Ketika mengalami growth spurt, Si Kecil akan mengalami peningkatan berat dan tinggi badan serta bertambah besarnya ukuran tubuh dan lingkar kepala dengan cepat.

Growth spurt biasanya terjadi pada saat Si Kecil berusia 1–3 minggu dan 6 minggu, kemudian pada saat Si Kecil berusia 3 bulan, 6 bulan, dan 9 bulan.

Baca Juga  7 Manfaat dan Cara Membuat Masker dari Kopi Untuk Atasi Jerawat

Tanda-Tanda Growth Spurt pada Bayi

Growth spurt merupakan hal yang normal terjadi dan tidak perlu dikhawatirkan. Namun, kondisi ini terkadang bisa disalahartikan, sehingga mungkin ada ibu yang menganggap bayinya sedang sakit, padahal ia sedang mengalami growth spurt.

Agar Bunda tidak kebingungan saat melihat Si Kecil mengalami growth spurt, mari kenali tanda-tanda growth spurt pada bayi berikut ini:

1. Lebih banyak menyusu

Ketika tubuhnya sedang bertumbuh dengan cepat, Si Kecil akan membutuhkan lebih banyak nutrisi dan energi. Hal ini membuatnya akan lebih banyak menyusu.

Jika biasanya Si Kecil menyusu ASI sekitar 8 kali sehari, maka saat mengalami growth spurt ia bisa menyusu lebih sering hingga sekitar 12–14 kali sehari.

2. Lebih rewel dan manja

Baca Juga  Jerawat Sering Muncul, Kenali Penyakit Sistem Ekskresi Pada Tubuh

Ketika sedang mengalami growth spurt Si Kecil biasanya akan menjadi lebih rewel dan aktif serta ingin selalu menempel pada Bunda. Di masa ini, ada kalanya Si Kecil ingin dipeluk dan digendong sepanjang waktu, lalu kemudian menangis saat ia dibaringkan.

Hal ini mungkin akan membuat Bunda kebingunan dan salah mengira bahwa Si Kecil sedang sakit. Namun, sebetulnya hal ini tidak perlu dikhawatirkan karena Si Kecil akan kembali tenang ketika masa growth spurtnya berlalu.

3. Pola tidur berubah

Beberapa hari sebelum dan selama lonjakan pertumbuhan, Si Kecil mungkin akan tidur lebih lama dari biasanya.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa selama growth spurt, bayi dapat tidur hingga 4,5 jam lebih lama dari waktu tidur biasanya. Hal ini adalah hal yang normal terjadi karena bayi butuh tidur lebih banyak dan nyenyak agar tubuhnya dapat menghasilkan hormon pertumbuhan.

Baca Juga  Presiden Jokowi Resmikan 4 Proyek di Jawa Barat Seniliai 1.26 Triliun Rupiah

Namun, ada juga sebagian bayi yang mungkin jadi lebih jarang tidur saat growth spurt berlangsung. Ia mungkin terjaga lebih lama di siang hari atau sering terbangun di malam hari. Namun, Bunda tidak perlu khawatir karena ini juga hal yang normal terjadi dan hanya berlangsung selama beberapa hari.