KESEHATAN,TIMELINES.ID- Pada bayi berkulit putih, sianosis lebih jelas terlihat dengan warna kebiruan atau keunguan pada kulit. Sedangkan pada bayi berkulit agak gelap, bibir akan terlihat lebih gelap atau kehitaman.

Kondisi bibir bayi yang menjadi hitam akibat sianosis terjadi ketika pasokan oksigen di dalam tubuhnya berkurang. Kondisi ini bisa terjadi akibat berkurangnya hemoglobin di dalam tubuh bayi.

Hemoglobin adalah molekul yang memungkinkan sel darah merah untuk membawa oksigen. Ketika jumlah oksigen atau hemoglobin tercukupi, kulit akan berwarna cerah dan kemerahan. Akan tetapi, ketika jumlah oksigen atau hemoglobin dalam tubuh berkurang, kulit akan tampak berwarna kebiruan dan lebih gelap.

Pada bayi, kondisi tersebut bisa menyebabkan warna bibirnya berubah menjadi kehitaman, kebiruan, atau keunguan. Selain itu, terkadang bibir bayi kebiruan atau hitam juga bisa terjadi karena jalan napasnya tersumbat atau tersedak.

Baca Juga  7 Manfaat Makan Ikan untuk Tumbuh Kembang Anak

Bibir bayi hitam atau membiru dan terlihat lebih gelap merupakan kondisi klinis yang umum ditemukan pada bayi baru lahir. Kondisi ini bisa dialami bayi setidaknya 5–10 menit setelah dilahirkan dan biasanya berlangsung selama 1–2 hari.

Namun, jika sianosis terjadi secara terus-menerus, kondisi ini perlu segera diperiksa oleh dokter. Pasalnya, kondisi tersebut bisa dikaitkan dengan beragam penyakit yang berpotensi mengancam jiwa, mulai dari penyakit jantung bawaan hingga infeksi paru, misalnya pneumonia, bronkiolitis akibat infeksi respiratory syntical virus (RSV), dan virus Corona.

Gangguan pernapasan pada bayi yang menjadi penyebab bibir bayi hitam juga biasanya dapat membuat bayi tampak sesak dan napasnya berbunyi, misalnya mengi dan mengorok.

Jenis-Jenis Sianosis dan Penyebabnya

Baca Juga  Daftar Penyakit setelah Lebaran yang Bisa Mengantui

Kondisi sianosis yang menyebabkan warna kulit, bibir, dan kuku menjadi kebiruan atau kehitaman terdiri dari dua kategori, yaitu:

Sianosis sentral